news

Kerjasama Bapperida, Fisip Unhas Diseminasi Hasil Penelitian Tata Kelola Pelestarian Pinisi

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:30 WIB
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, bekerja sama dengan Bapperida Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Thematic Research Group (TRG) terkait Tata Kelola Pinisi di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi, Rabu, 1 Juli 2026

TINJAUINDONESIA.ID- Maritime Governance and Sustainable Development Research Group bersama Adaptive Public Organization Research Group dari Departemen Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, bekerja sama dengan Bapperida Kabupaten Bulukumba menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Thematic Research Group (TRG) terkait Tata Kelola Pinisi di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi, Rabu, 1 Juli 2026

Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk mendiseminasikan hasil penelitian sekaligus membangun ruang dialog multipihak dalam merumuskan kebijakan pelestarian Pinisi yang berbasis riset.
Diseminasi hasil penelitian merupakan bagian dari dua rangkaian agenda penelitian oleh Thematic Research Group (TRG) Departemen Ilmu Administrasi FISIP Universitas Hasanuddin.

Penelitian pertama mengangkat tema “Tradisi di Persimpangan: Memahami Tantangan Pelestarian Pinisi di Bulukumba”, sedangkan penelitian kedua berjudul “Kapasitas Adaptif Pinisi Tereduksi: Kapasitas Absorptif Asimetris dalam Industri Maritim Budaya”.

Baca Juga: Disparpora Bulukumba dan Tim Riset Ciputra Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Kedua penelitian tersebut bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat tata kelola pelestarian Pinisi sebagai warisan budaya maritim yang berkelanjutan.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba, Muh. Ali Saleng, didampingi Ketua Bapperida Bulukumba, A. Irma Darmayanti.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah menyampaikan apresiasi atas kontribusi akademisi dalam menghasilkan kajian yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Menurutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi penting dalam penyusunan kebijakan daerah yang mendukung upaya pelestarian Pinisi secara berkelanjutan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi hasil penelitian yang dipandu oleh Andi Ahmad Yani, S.Sos., M.Si., MPA., M.Sc. selaku pendamping tim riset. Forum menghadirkan dua pemaparan utama yang menawarkan perspektif berbeda namun saling melengkapi mengenai dinamika tata kelola Pinisi.

Presentasi pertama disampaikan oleh Nuralamsyah Ismail, S.Sos., M.A. yang memaparkan hasil penelitian mengenai kapasitas adaptif industri Pinisi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa industri Pinisi dari sudut pandang organisasi, saat ini menghadapi tekanan akibat globalisasi, perubahan iklim, serta semakin terbatasnya ketersediaan bahan baku kayu. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kapasitas adaptif para pelaku industri mengalami penurunan, terutama pada aspek kelembagaan, keberlanjutan sumber daya, dokumentasi pengetahuan tradisional, dan perencanaan jangka panjang.

Baca Juga: Empat Putra-Putri Terbaik Bulukumba Lolos Calon Paskibraka Provinsi Sulsel 2026

Meskipun kemampuan berinovasi dan merespons perubahan pasar masih relatif baik, proses adaptasi yang berlangsung cenderung bersifat reaktif dan belum didukung oleh pembelajaran kolektif maupun penguatan kelembagaan yang memadai.

Selanjutnya, Dr. Ishak Salim, S.IP., M.A. mempresentasikan hasil penelitian mengenai tantangan pelestarian Pinisi dari perspektif jaringan aktor dalam kebijakan.

Penelitian tersebut mengidentifikasi empat tantangan utama, yaitu komodifikasi budaya, ketimpangan relasi kekuasaan antaraktor, fragmentasi jaringan kelembagaan, serta krisis ketersediaan bahan baku kayu.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan pembentukan asosiasi pekerja Pinisi, penyusunan kontrak kerja yang mampu melindungi pekerja sekaligus nilai-nilai budaya, penguatan tata kelola pemanfaatan kayu yang transparan dan berkelanjutan, dokumentasi pengetahuan lokal, serta pengembangan pariwisata berbasis komunitas sebagai strategi menjaga keberlanjutan budaya maritim.

Halaman:

Tags

Terkini