Sayangkan Pernyataan Kapolda NTT soal Penolakan Psikolog Polda, Adik Dokter Icha: Jangan Buat Seolah Menolak Semua Pendampingan

photo author
Muh. Jabal Nur, Tinjau Indonesia
- Minggu, 5 Juli 2026 | 22:25 WIB
Keluarga dokter Icha merespons tentang pernyataan Kapolda NTT mengenai penolakan pendampingan psikolog. (Threads/dokter.emergency)
Keluarga dokter Icha merespons tentang pernyataan Kapolda NTT mengenai penolakan pendampingan psikolog. (Threads/dokter.emergency)

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan bahwa terapi psikologis sudah direncanakan setelah pihak berwajib menerima laporan tentang intimidasi.

Tim psikologi dari Polda NTT, kata Rudi, untuk mendampingi dan membantu menstabilkan kondisi mental dokter Icha.

Laporan Dugaan Intimidasi pada Dokter Icha

Atas kasus dugaan intimidasi kepada dokter Icha, pihak keluarga melaporkan 4 orang ke Polda NTT pada Jumat, 3 Juli 2026.

Empat orang yang namanya dilaporkan oleh keluarga ke Polisi adalah tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yakni Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDI Perjuangan, serta seorang dokter hewan bernama Maria Mathildis Sau.

Munculnya dugaan intimidasi oleh anggota DPRD TTU ini bermula ketika pada 13 Juni 2026, dokter Icha yang tengah berjaga di IGD menerima pasien rujukan dari RSUD Kefamenanu ke RS Leona karena gigitan ular.

Pasien tersebut diketahui merupakan keluarga dari anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar.

Saat menerima pasien tersebut, dokter Icha melakukan pemeriksaan dan sudah sesuai SOP karena telah melakukan konsultasi dengan dokter spesialis.

Pada saat itu, dokter Icha tidak memberikan vaksin antibisa karena belum direkomendasikan untuk diberikan kepada pasien.

Baca Juga: Viral Curhatan Warga Malang soal Sound Horeg, dari Sebabkan Kaca Bergetar hingga Harus Laporan ke Polisi

Keluarga yang tidak terima kemudian diduga melakukan intimidasi hingga membuat dokter Icha mengalami depresi dan akhirnya ditemukan meninggal dunia di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Kupang Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 26 Juni 2026.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius serta dalam penyelidikan, baik oleh kepolisian maupun Kementerian Kesehatan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh. Jabal Nur

Rekomendasi

Terkini

X