Sayangkan Pernyataan Kapolda NTT soal Penolakan Psikolog Polda, Adik Dokter Icha: Jangan Buat Seolah Menolak Semua Pendampingan

photo author
Muh. Jabal Nur, Tinjau Indonesia
- Minggu, 5 Juli 2026 | 22:25 WIB
Keluarga dokter Icha merespons tentang pernyataan Kapolda NTT mengenai penolakan pendampingan psikolog. (Threads/dokter.emergency)
Keluarga dokter Icha merespons tentang pernyataan Kapolda NTT mengenai penolakan pendampingan psikolog. (Threads/dokter.emergency)

TINJAUINDONESIA.ID - Penyelidikan untuk mengungkap penyebab meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dokter Icha masih terus bergulir.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Polda NTT setelah keluarga melaporkan sejumlah pihak yang diduga telah melakukan intimidasi terhadap mendiang.

Namun, di tengah proses penyelidikan, salah satu adik dokter Icha, Agnes Tiara Maharani D. Pakaenoni menyayangkan pernyataan dari Kapolda NTT mengenai pendampingan psikolog terhadap mendiang.

Hal tersebut untuk menanggapi pernyataan Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko yang menyebut tawaran psikolog dari kepolisian ditolak oleh dokter Icha.

Keluarga Ungkap Dokter Icha Sudah Ditangani Ahli

Melalui unggahan di media sosial, Tara yang juga berprofesi sebagai dokter itu menegaskan bahwa mendiang kakaknya sudah ditangani oleh spesialis kejiwaan.

“Kakak saya sudah ditangani sama ahlinya, spesialis kedokteran jiwa. Jangan membuat statement seolah kakak saya menolak semua pendampingan,” tulis Tiara melalui unggahannya di Instagram, @agnestuara03, dikutip pada Minggu, 5 Juli 2026.

“Kami sekeluarga yang mendampingi, jadi kami tahu persis apa yang terjadi,” lanjutnya.

Tiara juga menyatakan bahwa kasus kakaknya sudah diproses dengan hukum untuk mendapatkan keadilan.

“Sekarang kasus ini sudah berproses hukum dan kebenaran akan menemukan jalannya,” lanjutnya.

Kapolda NTT Sebut Dokter Icha Menolak Pendampingan Psikologis Polda

Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyebut bahwa dokter Icha sempat menolak untuk mendapatkan pendampingan dari psikolog Polda NTT,

“Sangat disayangkan karena almarhumah menolak dengan jawaban karena sudah ditangani oleh psikiater,” kata Rudi kepada awak media di Mapolda NTT pada Sabtu, 4 Juli 2026.

“Padahal andaikata kalau almarhumah berkenan saja bisa kami bantu dan mungkin beda ceritanya, tetapi mungkin sudah jalannya almarhumah,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh. Jabal Nur

Rekomendasi

Terkini

X