Disparpora Bulukumba dan Tim Riset Ciputra Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Rabu, 1 Juli 2026 | 23:24 WIB
Pertemuan antara Tim Riset Ciputra Makassar bersama Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bulukumba, Hamrina A Muri, yang berlangsung di Gedung Pinisi Kabupaten Bulukumba, Selasa, 30 Juli 2026
Pertemuan antara Tim Riset Ciputra Makassar bersama Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bulukumba, Hamrina A Muri, yang berlangsung di Gedung Pinisi Kabupaten Bulukumba, Selasa, 30 Juli 2026

“Pariwisata berkelanjutan juga membutuhkan manusia yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kesadaran terhadap keberlanjutan. Green human capital menjadi kunci agar masyarakat mampu memberikan pelayanan terbaik dan menciptakan inovasi baru,” ujarnya.

Green leadership juga memiliki peran penting dalam mengarahkan perubahan dan membangun budaya keberlanjutan.

“Kepemimpinan yang memiliki perspektif hijau tentu akan mampu menggerakkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui inovasi,” tambahnya.

Selanjutnya, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA, sebagai akademisi Ciputra Makassar dan pakar ilmu akuntansi khususnya sektor publik yang konsen pada tata kelola organisasi, akuntabilitas, serta keberlanjutan UMKM, menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan sistem tata kelola yang kuat.

Menurutnya, keberlanjutan destinasi wisata tidak hanya berbicara mengenai peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi bagaimana daerah mampu memastikan pengelolaan sumber daya dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba Gelar Bimtek Literasi Informasi Angkatan 1, Perkuat Peran Pegiat Literasi Tangkal Hoaks

“Bulukumba memiliki modal yang kuat melalui budaya maritim, wisata bahari, dan ekonomi kreatif. Namun, keberhasilan pengembangan pariwisata membutuhkan akuntabilitas dalam pengelolaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dr. Salmah Sharon juga berharap hasil riset yang dilakukan dapat memberikan kontribusi dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.

“Kami berharap kajian akademik ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat strategi pembangunan pariwisata, meningkatkan keberlanjutan UMKM, dan membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Muh. Syulhasbiullah, S.I.Kom., M.I.Kom., sebagai akademisi Ciputra Makassar yang memiliki kompetensi pada bidang komunikasi dan digitalisasi, menyampaikan bahwa penguatan sektor pariwisata juga membutuhkan strategi pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, potensi wisata Bulukumba perlu dikemas melalui pendekatan komunikasi digital yang kreatif agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Bulukumba memiliki cerita besar melalui budaya Pinisi, wisata bahari, dan kearifan lokal masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikomunikasikan melalui platform digital sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Baca Juga: Berlangsung Khidmat, Kapolres Bulukumba Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Ia menambahkan bahwa transformasi digital dapat menjadi instrumen untuk memperkuat promosi, meningkatkan pengalaman wisatawan, serta mendukung pelaku UMKM dalam memperluas pasar.

Melalui pertemuan ini, Tim Riset Ciputra Makassar dan Disparpora Bulukumba sepakat bahwa pengembangan pariwisata masa depan membutuhkan sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor usaha.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

Rekomendasi

Terkini

X