Sempat Buron, Potensi Kini Dalami Potensi Tersangka Baru yang Bantu Pelarian Taufik Hidayat

photo author
Muh. Jabal Nur, Tinjau Indonesia
- Selasa, 30 Juni 2026 | 19:10 WIB
Polisi lakukan prarekonstruksi kasus Taufik Hidayat, penyocokan keterangan dengan TKP dan potensi tersangka baru. (Instagram/humaspoldajabar)
Polisi lakukan prarekonstruksi kasus Taufik Hidayat, penyocokan keterangan dengan TKP dan potensi tersangka baru. (Instagram/humaspoldajabar)

Baca Juga: 4 Fakta Ihwal Skandal Penjualan Anak di Tangerang, sang Ibu Diduga Sempat Tetapkan Mahar Rp14 Juta

Taufik sendiri berhasil diringkus oleh tim gabungan dari Polda Jabar di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung pada 23 Juni 2026.

4 Lokasi Penganiayaan YTR

Perkenalan Taufik dan korban YTR bermula dari aplikasi Tinder di tahun 2024 dan berlanjut dengan pertemuan hingga tinggal bersama.

Tempat tinggal Taufik dan YTR pertama, pada 15 Mei hingga 15 September 2024 di daerah Cicaheum.

Di kos ini, korban dipukul dan disundut dengan rokok oleh Taufik.

Lokasi kedua masih berdekatan dengan lokasi pertama, tinggal selama September 2024 hingga Januari 2025.

Kekerasan kepada korban masih berlanjut. Taufik memukul YTR menggunakan besi ke mata kiri dan kini membuat korban tidak bisa melihat.

Keduanya berpindah lagi dan tinggal bersama pada Februari hingga Desember 2025 di Cilengkrang, Ciwaru, Kabupaten Bandung.

Korban kembali mengalami kekerasan di mana Taufik memukul YTR dan mengenai mata sebelah kanan dan memukul bagian lutut sampai membuat kesulitan untuk berjalan.

Lokasi terakhir sebelum kasus ini terkuak, keduanya tinggal di sekitar Gang Masjid Cijambe, Cileunyi, Kabupaten Bandung pada Januari hingga Juni 2026 sampai YTR akhirnya dibawa ke RSHS Bandung.

Kondisi Korban YTR di RSHS Bandung

YTR kini ditangani oleh tim dokter lintas terpadu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung agar kondisi kesehatan fisik dan mentalnya membaik.

“Lukanya saat ini memang sudah perbaikan, keadaan psikisnya juga yang bersangkutan sudah bisa mengobrol, sudah bisa makan, dan juga sudah bisa duduk,” ucap Direktur Sumber Daya Manusia (SDM), Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr Fitra Hergyana kepada awak media pada 25 Juni 2026 lalu.

Adapun untuk membantu pemulihan berjalan cepat dan optimal, tim dokter telah dibentuk dari berbagai lintas disiplin yang terdiri dari dokter bedah plastik, dokter mata, dokter gizi, dan lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Jabal Nur

Rekomendasi

Terkini

X