TINJAUINDONESIA.ID — Dalam rangka memperkuat pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bontobahari, Abd. Halim Amsur, S.Pd.I., SH., M.Pd, akan mengisi Kajian Rutin Majelis Taklim Masjid Besar Fathul Yakin, Kelurahan Tanahberu, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan yang mengangkat tema "Jalan Lurus: Permintaan yang Tiada Henti" ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 09 Juli 2026, pukul 15.00 WITA, bertempat di Masjid Besar Fathul Yakin, Jalan Poros Bira, Kelurahan Tanahberu.
Baca Juga: Jangan Lewatkan, KUA Bontobahari Ajak Masyarakat Cek Arah Kablatnya Masing-masing
Kajian tersebut merupakan bagian dari program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Bontobahari bekerja sama dengan Majelis Taklim Fathul Yakin. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk semakin memahami makna doa yang setiap hari dibaca dalam Surah Al-Fatihah, khususnya permohonan agar senantiasa diberi petunjuk menuju jalan yang lurus.
Abd. Halim Amsur menjelaskan bahwa permintaan akan hidayah merupakan kebutuhan setiap muslim, sehingga doa "Ihdinaṣ-ṣirāṭal mustaqīm" menjadi pengingat bahwa manusia selalu membutuhkan bimbingan Allah SWT dalam menjalani kehidupan.
Baca Juga: KUA Bontotiro Hadiri Peaceful Muharram 1448 Hijriah di Kemenag Bulukumba
"Hidayah bukan sesuatu yang cukup diminta sekali, melainkan harus terus dipohonkan setiap hari. Sebab, istiqamah di atas jalan yang benar merupakan nikmat yang sangat besar dari Allah SWT," ujarnya.
Kepala KUA Kecamatan Bontobahari H. Muh. Ansar Mahdy berharap kegiatan-kegiatan pembinaan seperti ini terus menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama, memperkuat akhlak, serta meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Umat, KUA dan UPZ Bontotiro Sinergi Optimalkan Pengelolaan ZIS
Kajian rutin tersebut terbuka untuk umum, khususnya jamaah majelis taklim dan masyarakat sekitar Masjid Besar Fathul Yakin. H. M. Ansar berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat belajar dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi antara KUA, penyuluh agama, dan majelis taklim, diharapkan pembinaan umat dapat berjalan secara berkesinambungan sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlak mulia.
Artikel Terkait
Ketua KBIHU Jabar Viral karena Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan, Warganet: Daftar Masih Muda, Berangkat Sudah Tua
Hubungan AS–Israel Memanas, Washington Kini Verifikasi Klaim Israel Secara Mandiri
Hossam Hassan Murka Usai Mesir Disingkirkan Argentina: "Kami Dirampok, Mereka Mendapat Keistimewaan"
Di Tengah Ramainya Penolakan Sensus Ekonomi di Media Sosial, BPS Tana Tidung Ajak Warga Tetap Terima Petugas Resmi
Polres Bulukumba Sosialisasikan Pencegahan TPKS dan TPPO kepada Mahasiswa STIKES Panrita Husada
Bupati Bulukumba: Jangan Hanya Cari Kerja, Wisudawan STAI Al-Gazali Harus Jadi Pencipta Lapangan Kerja
Rp2,8 Miliar Dana Nasabah Diduga Tak Masuk Sistem BSI, Terbongkar Saat Debitur Ajukan Kredit Lagi
Dokter PPDS Anestesi Unsrat Meninggal Dunia, Ramai Rekan Sejawat Minta Kemenkes Usut Penyebabnya
Sempat Dinyatakan Hilang, Mahasiswi Telkom University Nadira Az-Zahra Ditemukan dalam Keadaan Selamat
Sempat Lapor ke Polisi, Seorang Ibu Asal Garut Curhat di Medsos soal Kasus Pencabulan Suami ke Anaknya