TINJAUINDONESIA.ID - Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hassan menilai timnya dirugikan oleh sejumlah keputusan kontroversial yang mengubah jalannya pertandingan.
Mesir sempat tampil luar biasa dengan unggul dua gol lebih dahulu melalui Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Mostafa Ziko di babak kedua. Bahkan, kiper Mostafa Shobeir juga berhasil menggagalkan eksekusi penalti Lionel Messi, membuat Argentina berada di bawah tekanan.
Namun, juara bertahan bangkit pada menit-menit akhir. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan sebelum Lionel Messi menyamakan kedudukan. Drama mencapai puncaknya ketika Enzo Fernández mencetak gol kemenangan pada masa injury time, memastikan Argentina menang 3-2 sekaligus melaju ke perempat final.
Seusai pertandingan, Hossam Hassan menilai timnya tidak hanya kalah oleh permainan lawan, tetapi juga oleh keputusan wasit yang dianggap merugikan Mesir. Salah satu insiden yang paling disorot terjadi sesaat sebelum gol kemenangan Enzo Fernández. Menurut Hassan, Mohamed Salah dijatuhkan di dalam kotak penalti, tetapi wasit memilih melanjutkan permainan.
"Kami merasa dirampok. Saya yakin ada keistimewaan yang diberikan kepada Argentina. Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti, tetapi tidak ada peluit. Beberapa detik kemudian mereka mencetak gol kemenangan. Sulit menerima keputusan seperti itu," ujar Hossam Hassan seusai pertandingan.
Pelatih berusia 59 tahun itu juga mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR dan menyebut keputusan-keputusan penting sepanjang laga lebih banyak menguntungkan Argentina. Ia bahkan mengisyaratkan adanya perlakuan istimewa terhadap sang juara bertahan demi menjaga mereka tetap bertahan di turnamen, meski tidak menyertakan bukti atas tuduhan tersebut.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Hassan tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya yang mampu memberikan perlawanan sengit kepada salah satu favorit juara dunia.
Kemenangan dramatis ini mengantarkan Argentina ke babak perempat final, sementara Mesir harus mengakhiri perjalanan impresifnya di Piala Dunia 2026 dengan meninggalkan kontroversi yang masih menjadi perbincangan publik sepak bola dunia.