Ia juga menilai pemerintah perlu terus memperkuat dukungan terhadap sektor perikanan melalui bantuan alat tangkap, penerapan teknologi modern, hingga perluasan akses pasar agar produk perikanan Sulsel memiliki nilai tambah dan daya saing ekspor yang lebih tinggi.
Tidak hanya nelayan tangkap, Iwan juga memberi perhatian kepada pembudidaya dan petambak yang menurutnya masih belum mendapatkan dukungan maksimal dibanding sektor pertanian.
“Pembangunan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya menyangkut nelayan tangkap, tetapi juga para pembudidaya dan petambak yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan perekonomian daerah,” katanya.
Sementara itu, Lydia Assegaf mengingatkan kepengurusan baru agar segera melakukan konsolidasi organisasi sesuai tema Musda tahun ini, yakni ‘Solid, Bergerak, dan Berdampak’.
Ia meminta HNSI Sulsel memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan, ranting, dan kelompok nelayan agar program organisasi dapat berjalan lebih efektif.
“Saya melihat semangat yang luar biasa dari Pak Ketua. Dengan semangat, kerja sama, dan dukungan seluruh pengurus serta anggota, saya yakin HNSI Sulawesi Selatan akan semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan nelayan,” ujar Lydia.
Terpilihnya Andi Iwan Darmawan Aras secara aklamasi menandai babak baru kepemimpinan HNSI Sulsel.
Organisasi tersebut kini menghadapi tantangan besar untuk memperjuangkan kesejahteraan lebih dari setengah juta nelayan dan pelaku usaha perikanan di Sulawesi Selatan di tengah besarnya potensi sektor maritim daerah.***