TINJAUINDONESIA.ID – Andi Iwan Darmawan Aras resmi memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031.
Peserta Musyawarah Daerah (Musda) III HNSI Sulsel memilihnya secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sabtu (20/6/2026).
Proses pemilihan berlangsung sangat singkat. Seluruh peserta Musda menyepakati nama Andi Iwan Darmawan Aras sebagai ketua hanya dalam waktu sekitar 10 menit.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HNSI, Lydia Assegaf, menyebut Musda HNSI Sulsel sebagai salah satu musyawarah daerah tercepat dalam sejarah organisasi.
“Ini merupakan Musda yang sangat cepat dalam sejarah HNSI. Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, seluruh peserta Musda telah mencapai kesepakatan dan memberikan kepercayaan penuh kepada Pak Andi Iwan Darmawan Aras untuk memimpin DPD HNSI Sulawesi Selatan,” ujar Lydia.
Usai terpilih, Iwan Darmawan Aras langsung menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, Sulsel sebagai provinsi maritim memiliki lebih dari 500 ribu nelayan yang terdiri atas sekitar 280 ribu nelayan tangkap dan lebih dari 220 ribu pembudidaya perikanan.
Di tengah potensi besar tersebut, sekitar 28 ribu nelayan masih hidup dalam kondisi miskin, bahkan sebagian masuk kategori miskin ekstrem.
“Kehadiran HNSI harus menjadi wadah perjuangan yang nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Kita ingin memastikan nelayan mendapatkan perlindungan hukum, pendampingan, dan kemudahan mengakses program pemerintah,” kata Iwan dalam sambutannya.
Selain persoalan kesejahteraan, ia juga menyoroti aspek keselamatan kerja nelayan.
Menurutnya, nelayan menghadapi risiko tinggi saat melaut sehingga perlu dukungan informasi cuaca dan iklim yang lebih optimal.
Karena itu, Iwan mendorong pengurus HNSI memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui program Sekolah Lapang Iklim dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.
“Keselamatan nelayan harus menjadi prioritas. Hasil laut yang kita nikmati hari ini berasal dari kerja keras para nelayan yang setiap hari mempertaruhkan nyawa di tengah lautan,” ujarnya.
Dalam masa kepemimpinannya, Wakil ketua Komisi V DPR RI ini berkomitmen menjadikan HNSI sebagai jembatan antara nelayan, pembudidaya, petambak, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.