Cerita Pilu Siswa SD Tegowanu Grobogan: Makan Bareng MBG di Antara Puing Bangunan Kelasnya yang Hancur

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Kamis, 23 Juli 2026 | 13:25 WIB
Menyoroti viralnya potret para siswa SD di Grobogan, Jawa Tengah yang menikmati MBG di antara puing bangunan sekolahnya yang rusak. (Instagram.com/@voktis.id)
Menyoroti viralnya potret para siswa SD di Grobogan, Jawa Tengah yang menikmati MBG di antara puing bangunan sekolahnya yang rusak. (Instagram.com/@voktis.id)



TINJAUINDONESIA,ID - Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti beredarnya potret para siswa SDN Tanggireji di Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah.

Semula tampak biasa, namun publik seolah dibuat terperangah dengan semangat mereka untuk belajar, meski bangunan sekolahnya tampak hancur dan telah roboh.

Dalam unggahan Instagram @voktis.id, pada Kamis, 23 Juli 2026, para siswa SD di Tegowanu itu tampak asyik menikmati porsi makan bergizi gratis (MBG) di antara puing-puing bangunan yang ambruk.

"Salah satu potret memperlihatkan seorang siswi membawa ompreng MBG di depan ruang kelas yang atapnya telah roboh," tulis postingan tersebut.

"(Hal itu) menggambarkan aktivitas belajar yang tetap berlangsung di tengah keterbatasan fasilitas," sambungnya.
Baca Juga: Hotman Paris Putuskan Mundur Meski Belum Seminggu Jadi Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Apa Alasannya?

Bangunan SD di Grobogan yang Telah Rusak

Diketahui, sekolah tersebut kehilangan 4 ruang kelas akibat kerusakan bangunan. 

"Untuk memastikan proses belajar tetap berjalan, pihak sekolah menyekat satu ruang kelas menjadi dua menggunakan tripleks," ungkap postingan serupa.

"(Lalu) memindahkan siswa kelas 5 ke musala, serta mengubah perpustakaan menjadi ruang guru," tambahnya.

Semangat Belajar di Tengah Keterbatasan

Terpisah, Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah menyebut atap mulai roboh sejak awal Januari 2026.

Baca Juga: Resmikan Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih, Bakom RI Tekankan Pangkas Rantai Distribusi Sembako

Meski demikian, sang kepala sekolah memastikan para siswanya tetap semangat mengikuti kegiatan belajar dan tetap menikmati program MBG di sekolahnya.

"Dimulai dari ruang kelas 6, lalu kelas 5, ruang guru, dan kelas 4," sebut Juwariyah dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 23 Juli 2026. 

Sejauh ini, kegiatan belajar mengajar kini dialihkan secara bergiliran ke ruang kelas yang masih layak, ruang bersekat, dan musala.

Juwariyah menyebut konstruksi bangunan sudah usang dimakan usia yang dipicu rayap. 

Pada akhirnya, kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian Pemkab Grobogan hingga Kementerian Pendidikan untuk realisasi perbaikan sekolah tersebut.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

Rekomendasi

Terkini

X