Selain dugaan SARA, video tersebut juga menunjukkan dugaan ancaman kepada pelanggan.
Penjahit tersebut mengatakan bahwa dirinya siap mengirim orang untuk memukul pelanggan di tempat kerja.
“Kalau aku nggak ingat dengan hukum, sudah ku sikat mulutmu, udah ku pukul pakai tongkat,” imbuhnya.
“Saya bisa lapor ke bos kamu, mudah-mudahan kamu dipecat. Nggak ada yang peduli sama perempuan kayak kamu. Saya gerakkan orang Bali biar kamu mati, biar saya suruh tukang pukul saya bunuh kamu,” ucapnya lagi.
Klarifikasi Penjahit yang Viral, Mengaku Marah karena Diburu-buru saat Makan
Sementara itu, dalam unggahan video di akun Instagram salah satu DPD RI asal Bali, @aryawedakarna, penjahit bernama Sintya itu mengakui dirinya sempat kesal.
Ia mengatakan bahwa saat itu ia sedang makan dan pelanggan tak mau menunggu sampai dirinya selesai.
“Dia yang salah, bukan saya yang salah. Orang minta disuruh nunggu 15 menit saja nggak mau, masa kita harus naruh makan pas enak-enaknya makan?” ucap Sintya dalam video tersebut, dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.
Ni Luh Djelantik Kecam Pernyataan Rasisme dan Desak Segera Diselesaikan
Di sisi lain, anggota DPD RI dari Bali lainnya, Ni Luh Djelantik turut buka suara dengan mengecam dan meminta persoalan tersebut segera diselesaikan.
“(Saya) menyampaikan kecaman, teguran yang sangat keras kepada pihak pelaku yang memaki, mencaci maki, menyampaikan kata-kata kasar terhadap pelanggannya,” ucapnya dalam video yang diunggah di Instagram, dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.
“Terlepas dari apa pun permasalahan yang dihadapi, tidak ada alasan yang menjadikan pembenaran dari apa yang bersangkutan. Mohon segera diselesaikan, baik secara kekeluargaan atau lainnya yang dianggap fair,” tandasnya.
*