TINJAUINDONESIA.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan 400 kendaraan operasional untuk menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Juli hingga September 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak musim kemarau ekstrem.
Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengatakan sebanyak 400 kendaraan tersebut terdiri atas 200 truk tangki air dan 200 kendaraan pendukung yang akan digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke daerah-daerah yang mengalami krisis air.
"Kita menyiapkan 400 kendaraan operasional untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Air merupakan kebutuhan dasar manusia, baik untuk minum, memasak, maupun menjaga kebersihan," kata Jusuf Kalla.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan kesehatan seperti dehidrasi dan sengatan panas.
Wilayah yang diperkirakan terdampak paling besar meliputi Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana hidrometeorologi, PMI meluncurkan Program Penanganan Kekeringan Ekstrem El Nino 2026. Melalui program tersebut, PMI menargetkan distribusi sekitar 1 juta meter kubik air bersih selama 10 bulan kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Distribusi air bersih tidak hanya ditujukan untuk permukiman warga, tetapi juga akan menjangkau fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, serta lokasi-lokasi lain yang membutuhkan pasokan air bersih.
Jusuf Kalla menjelaskan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Karena itu, PMI mengajak dunia usaha dan berbagai pihak untuk berpartisipasi melalui dukungan pendanaan maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kebutuhan total operasi sekitar Rp80 miliar. Karena itu kami mengajak perusahaan-perusahaan untuk ikut mendukung dan berpartisipasi dalam program kemanusiaan ini," ujarnya.
PMI memiliki pengalaman dalam menangani dampak kekeringan. Pada penanganan El Nino tahun 2023, organisasi tersebut mengerahkan 12 mobil tangki air dan berhasil mendistribusikan sekitar 100 juta liter air bersih kepada 5,6 juta jiwa di 21 provinsi dan 171 kabupaten/kota di Indonesia.
Selain mendistribusikan air bersih, PMI akan terus memantau perkembangan musim kemarau serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara cepat dan tepat sasaran.