"Hasil KKN-PPM ini diharapkan dapat mendorong kontribusi konkrit para mahasiswa sebagai agen perubahan untuk mewujudkan masyarakat yang produktif," imbuhnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, drg. Mayu Winnie Rachmawati menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir dalam seremoni penerimaan secara fisik. Meski begitu, dia akan berupaya mengunjungi Bulukumba.
"Izin kami sampaikan, total ada 28 mahasiswa. Putri ada 15 orang, selebihnya putra. Kemudian terbagi dalam dua sub unit, masing-masing ditempatkan di Desa Bira dan Desa Darubiah Kecamatan Bonto Bahari," kata Mayu Winnie Rachmawati.
Pelaksanaan KKN-PPM UGM ini berlangsung hingga pekan kedua Agustus 2026 mendatang. Kata Mayu Winnie Rachmawati, mahasiswa KKN-PPM itu masing-masing memiliki koordinator di dua desa tersebut.
"Kami menitipkan untuk dapat dibimbing-diarahkan dan diberi ruang belajar untuk mengenal realitas yang sebenarnya," ungkapnya.
Baca Juga: 59 Kantong Darah Terkumpul dalam Bakti Kesehatan Polres Bulukumba Sambut Hari Bhayangkara ke-80
"Mohon diberikan pembinaan sebagaimana anggota masyarakat sendiri. Semoga menjadi pengalaman yang luar biasa bagi mereka dan masyarakat Bulukumba sendiri," tambah Mayu Winnie Rachmawati.
Sementara itu, Koodinator Mahasiswa KKN-PPM UGM di Bulukumba, Muhammad Zikri Abdussalam berbicara secara langsung dalam seremoni penerimaan. Dia kemudian memaparkan tema hingga maksud pelaksanaan KKN-PPM tersebut.
Tema KKN-PPM UGM 2026 di Kabupaten Bulukumba adalah Penguatan Pendekatan Terintegrasi Berbasis Sistem, Data, dan Kapasitas Lokal untuk Pengembangan Model Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Desa Bira dan Desa Darubiah melalui Pengelolaan Desa Wisata, Ekonomi Lokal, serta Lingkungan yang Mandiri dan Berkelanjutan menuju Masyarakat yang Sehat, Cakap, dan Berdaya Saing.
Sekadar diketahui, pada Juni 2025 lalu, mahasiswa KKN-PPM UGM di Bulukumba diterima secara langsung oleh Bupati Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf. Saat itu ada 53 mahasiswa KKN-PPM UGM.(*)