Biografi Sapardi Djoko Damono, Sosok di Balik Google Doodle Hari Ini

photo author
Michael Carlos Kodoati, Tinjau Indonesia
- Senin, 20 Maret 2023 | 10:14 WIB
Profil Sapardi Djoko Damono I Foto: Brilio.net
Profil Sapardi Djoko Damono I Foto: Brilio.net

Siapa yang tak mengenal penyair legendaris Indonesia, Sapardi Djoko Damono? Hari ini Google turut mengenang hari lahirnya, pada 83 tahun lalu.

Jakarta, tinjauindonesia.id - Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 20 Maret 1940, dan menghabiskan masa kecil dan remajanya di kampung halamannya. Ia belajar sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, dan telah menerjemahkan banyak karya fiksi dan puisi dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Dia adalah editor majalah sastra Indonesia Basis, Horison, dan Kalam. Beliau sempat menjadi Guru Besar Emeritus di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

Penerbitan kumpulan puisi pertama Sapardi, duka-Mu abadi pada tahun 1969 dapat dilihat sebagai kelahiran kembali puisi liris Indonesia—setelah periode keretakan ideologis yang kasar selama tahun 1960-an. Dengan bahasa yang jelas, lugas, dan hati nurani yang halus, puisi-puisi Sapardi sangat kontras dengan bahasa yang penuh slogan dari Indonesia yang saat itu terpolarisasi secara ideologis. Masa-masa penuh gejolak itu membuat Sapardi menemukan suaranya sendiri dalam puisi-puisi yang singkat dan jernih dengan citra sederhana namun hamil dari kehidupan sehari-hari. Pada awal 1970-an dia sudah muncul sebagai master kesederhanaan yang mendalam. Dalam banyak puisi-puisi Sapardi belakangan, apa yang dimulai sebagai peristiwa biasa dapat, melalui pergantian frase yang halus, atau pergeseran perspektif yang cepat, tiba-tiba berbelok ke arah yang tidak terduga atau luar biasa.

Koleksi puisinya antara lain Mata Pisau (Titik Pisau, 1974), Sihir Hujan (Mantra Hujan, 1984), Hujan Bulan Juni (Hujan Bulan Juni, 1994), Arloji (Jam Tangan, 1999), Ayat-Ayat Api (Ayat Api, 2000), Mata Jendela (Jendela Mata, 2001), Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro? (Berita Apa Hari Ini, Den Sastro?, 2002), dan Kolam (Pond, 2009). Ia juga menulis cerpen dan menerbitkan dua kumpulan, Pengarang Telah Mati (Pengarang Mati, 2001) dan Membunuh Orang Gila (Membunuh Orang Gila, 2003). Ia menyusun Mantra Orang Jawa (Mantra Orang Jawa, 2005). Kumpulan esainya antara lain Kesusastraan Indonesia Modern: Beberapa Catatan (Sastra Indonesia Modern: Beberapa Catatan, 1983), Politik Ideologi dan Sastra Hibrida (Politik Ideologi dan Sastra Hibrida, 1999), dan Sihir Rendra: Permainan Makna : Permainan Makna, 2000). Puisi-puisinya dimasukkan dalam beberapa antologi, seperti Api di Laut: Antologi Puisi dan Seni (1996) dan Puisi Dunia: Antologi Ayat dari Zaman Kuno hingga Zaman Kita (1998).

Sapardi Djoko Damono pernah menerima Putera Poetry Award dari Malaysia (1983), Penghargaan Sastra Dewan Kesenian Jakarta (1984), SEA Write Award dari Thailand (1986) dan Achmad Bakrie Award untuk Sastra (2003). . Ia mengikuti Poetry International Festival, Rotterdam, pada tahun 1976.

Hari ini kita mengenang hari kelahirannya yang ke-83. Namun jiwanya telah beristirahat dalam damai sejak 19 Juli 2020.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Rio Cornelianto

Tags

Rekomendasi

Terkini

Sinopsis John Wick Chapter 4

Kamis, 23 Maret 2023 | 14:21 WIB

Biografi Wolfgang Amadeus Mozart

Selasa, 21 Maret 2023 | 13:00 WIB

Kisah Ibu Leonardo Da Vinci

Senin, 20 Maret 2023 | 09:43 WIB

Siap Bikin Album Baru, Skid Row Masuk Studio Lagi

Jumat, 10 Maret 2023 | 16:16 WIB

The Changcuters Siap Rilis Album Tahun Ini

Jumat, 3 Maret 2023 | 18:23 WIB

Fakta Menarik di Balik Film Harry Potter

Kamis, 2 Maret 2023 | 18:04 WIB

Langkah Belajar Gitar untuk Pemula

Kamis, 2 Maret 2023 | 16:55 WIB

Jefri Nichol Perankan Sosok Ali Topan

Rabu, 1 Maret 2023 | 23:31 WIB

Tertarik Menulis Puisi? Simak Kiatnya Berikut Ini!

Selasa, 28 Februari 2023 | 19:00 WIB

5 Tempat Wisata Menarik untuk Liburan Anda di Bangka

Selasa, 28 Februari 2023 | 14:11 WIB

Terpopuler

X