TINJAUINDONESIA.ID - Maraknya informasi dan ajakan penolakan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi di berbagai media sosial mendapat perhatian dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung. Menanggapi hal tersebut, BPS mengimbau masyarakat agar tetap menerima kedatangan petugas sensus resmi yang bertugas mengumpulkan data ekonomi secara langsung.
Kepala BPS Kabupaten Tana Tidung, Ahmad Sani, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan resmi pemerintah yang bertujuan memperoleh data akurat mengenai kondisi dan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, perencanaan program, hingga pengambilan keputusan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ahmad Sani menjelaskan bahwa seluruh petugas sensus telah dibekali identitas resmi dan menjalankan tugas sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tana Tidung untuk menerima petugas sensus yang datang dengan identitas resmi dari BPS. Partisipasi masyarakat sangat penting agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran," ujar Ahmad Sani.
Ia juga menambahkan bahwa kerahasiaan data responden dijamin dan dilindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Informasi yang diberikan masyarakat hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan tidak akan dimanfaatkan untuk keperluan perpajakan, penegakan hukum, maupun kepentingan lainnya di luar kegiatan statistik.
BPS Kabupaten Tana Tidung berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan data berkualitas sebagai landasan pembangunan daerah maupun nasional.