Apa Kabar TV Digital?

photo author
Fredericus Hardiyanto, Tinjau Indonesia
- Kamis, 19 Januari 2023 | 03:54 WIB
Ilustrasi Televisi Digital
Ilustrasi Televisi Digital

Jakarta, tinjauindonesia.id - Dilansir dari tempo.co, sudah tiga bulan migrasi siaran televisi analog ke televisi digital berjalan di hampir seluruh wilayah, selama itu pula penonton televisi menikmati konten dari stasiun-stasiun baru yang memenuhi kanal siaran gratis atau free to air berbasis sinyal digital.

Tak hanya tayangan dari stasiun besar seperti RCTI, SCTV atau Indosiar, di era siaran tivi digital pemirsa bisa menonton konten dari kanal bikinan organisasi kemasyarakatan, seperti Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama.

Inilah era baru industri televisi, yang memungkinkan siapa saja bisa mengisi ribuan kanal siaran.

Berbeda dengan sistem analog dengan kanal yang dikuasai pemain besar, siaran digital menawarkan peluang bagi ratusan pemain baru menayangkan konten mereka secara nasional maupun di tingkat lokal. 

Baca Juga: Teknologi Terbaru Grand Vitara

Daya tawar dari sistem digital, selain kualitas siaran yang mulus dibandingkan analog, adalah peluang bagi pemain baru untuk berebut kue iklan.

Tapi pemain besar tak mau kalah set. Jauh-jauh hari, mereka sudah berekspansi dengan membikin jejaring stasiun televisi nasional, regional, maupun lokal. 

Satu grup besar kini memiliki empat atau lima stasiun yang menyajikan tayangan berbeda, mulai dari berita, hiburan, olahraga atau konten untuk anak-anak. Di tengah kondisi tersebut apakah pemain baru sanggup bersaing dengan juragan media besar yang menguasai banyak jaringan?

"Enak banget nonton TV sekarang, jernih, TV juga tersedia banyak. Tidak itu-itu saja," ujar Karyono, warga Jakarta, Rabu (18/1/23).

Bagi Karyono, era TV Digital memberi banyak pilihan baginya untuk menonton.

"Dulu kami ya ke Youtube aja. Karena TV ya itu-itu aja. Sekarang kalau nyalain TV, lumayan banyak tersedia siaran," tutup Karyono.

"Hehe, sekarang karena banyak TV Digital, kalau ada yang pasang iklan kelamaan, ya bisa ganti TV lain yang tersedia banyak," ujar Julita, karyawati di Jakarta.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Fredericus Hardiyanto

Sumber: tempo.co

Tags

Terpopuler

X