psikologi

Kesehatan Mental Remaja Indonesia: Masalah yang Terabaikan

Minggu, 1 Desember 2024 | 14:13 WIB
Ilustrasi Kesehatan Mental (Freepik)

TINJAUINDONESIA.ID - Masalah kesehatan mental di kalangan remaja Indonesia terus menjadi perhatian serius.

Data terbaru dari survei Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mengungkapkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental.

Prevalensi gangguan kecemasan (3,7%) dan depresi mayor (1,0%) mendominasi, sementara hanya 2,6% dari mereka yang mencari bantuan profesional.

Baca Juga: Apa Itu Homeschooling? Bagaimana cara pembelajarannya di Indonesia? Yuk Kita Kenali Lebih Dekat

Dampak Era Digital
Tekanan dari media sosial menjadi salah satu faktor pemicu utama. Lingkungan daring sering kali menciptakan ruang untuk perbandingan diri, cyberbullying, dan ekspektasi yang tidak realistis. Banyak remaja mengaku sulit membatasi waktu layar mereka, yang dapat memperburuk kondisi mental mereka.

“Lingkungan digital menciptakan tantangan baru bagi remaja. Keseimbangan antara penggunaannya dengan interaksi sosial langsung harus menjadi perhatian,” ujar Dr. Anisa Rahman, psikolog anak dan remaja dari Jakarta.

Hambatan Akses Layanan
Stigma sosial dan kurangnya kesadaran masih menjadi penghalang besar dalam penanganan masalah kesehatan mental. Selain itu, distribusi layanan kesehatan mental yang belum merata membuat banyak remaja di daerah terpencil sulit mendapatkan bantuan.

“Jumlah tenaga kesehatan mental di Indonesia masih belum memadai. Ini menjadi kendala besar dalam memberikan akses yang merata, terutama di luar wilayah perkotaan,” tambah Dr. Anisa.

Baca Juga: Khawatir Dengan Keamanan Anak di Era Sekarang? Lakukan 3 Hal Ini !!!

Upaya Pemerintah dan Komunitas
Pemerintah telah meluncurkan kampanye kesehatan mental di sekolah untuk meningkatkan kesadaran dan menciptakan ruang aman bagi siswa. Selain itu, platform digital seperti layanan konseling online mulai diperkenalkan untuk menjangkau lebih banyak remaja.

Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Orang tua diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak mereka dan menciptakan lingkungan yang mendukung untuk berbicara secara terbuka tentang kesehatan mental.

Kesehatan mental remaja adalah tantangan yang membutuhkan perhatian mendalam. Langkah bersama dari berbagai pihak diharapkan dapat mengurangi beban yang dialami remaja Indonesia dan memberikan mereka dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang secara optimal.***

Tags

Terkini