TINJAUINDONESIA.ID - Setelah menyatakan keinginan selesai dari dunia bulutangkis di akun Instagram masing-masing pada bulan Desember, akhirnya pertandingan terakhir yang mereka ikuti pun digelar. Ahsan-Hendra (The Daddies) menutup pertandingan internasional mereka di Indonesia Master 2025. Pertandingan ini digelar di Istora Senayan pada tanggal 21 - 26 Januari 2025. Bagaimana mereka menutup pertandingannya? dan Siapa sosok Ahsan/Hendra di mata atlet bulutangkis lainnya? Simak artikel berikut ini.
Nama Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan sudah tidak asing bagi pecinta bulutangkis Indonesia. Mereka mulai dipasangkan pada tahun 2012, pada ajang Denmark terbuka. Sebelum dipasangkan, Mohammad Ahsan dipasangkan dengan Bona Septano. Sementara, Hendra Setiawan dipasangkan dengan almarhum Markis Kido, yang juga kakak dari Bona Septano. Karir The Daddies memiliki track record yang sangat baik. Berbagai prestasi gemilang juga ditorehkan pasangan ini.
Baca Juga: Legenda Bulutangkis Indonesia Pensiun. Apakah Ada Penggantinya?
Di saat mereka dipisahkan, sayangnya perjalanan karir mereka sempat mengalami penurunan. Tahun 2016, mereka dipisahkan. Ahsan berpasangan dengan Rian Agung Saputro, sementara Hendra bermain secara professional dan berpasangan dengan pemain Malaysia Tan Boong Heong. Karir masing-masing ternyata tidak sementereng ketika tidak berpasangan. Pada tahun 2018 akhirnya mereka dipasangkan kembali.
Berakhirnya karir The Daddies yang penuh haru.
Ajang Indonesia Master 2025 benar-benar menjadi akhir dari perjalanan karir bulutangkis The Daddies. Pertandingan pertama pada ajang ini, The Daddies berhasil memenangkan pertandingan atas pasangan Chinese Taipei, Chiang Chien Wei dan Wu Hsuan Yi dengan skor 21-19 dan 22-20.
Di babak 16 besar, The Daddies harus takluk di tangan pasangan muda asal Malaysia, Yap Roy King dan Arif Junaidi. Pertandingan berjalan selama 28 menit. Laga itu menjadi penanda bahwa mereka benar-benar pensiun. Pasangan Malaysia menang langsung 2 set dengan skor 21-13 dan 21-14.
Begitu poin terakhir didapat oleh pasangan Malaysia, Ahsan tak kuasa menahan air matanya. Tangis Ahsan tak terbendung setelah jatuh ke pelukan Hendra. Setelah mereda, Ahsan bersujud di lapangan sebagai tanda syukur kepada sang Maha Kuasa.
Sosok The Daddies di mata para atlet bulutangkis.
Seusai kalah dari pasangan Malaysia, pemain dari Malaysia memberikan kesan terhadap The Daddies. Yap Roy King menyatakan rasa hormatnya kepada The Daddies. "Saya begitu mengidolakan dan menghormati mereka, terutama Hendra. The Daddies adalah idola saya, sebab prestasi yang telah dicapai mereka berdua sudah sangat banyak, tetapi mereka tetap rendah hati terhadap lawan-lawannya". Ucap Yap dikutip dari laman BWF.
Baca Juga: Bernadya: Dari Refleksi Jadi Prestasi?
Senada dengan Yap, Arif Jainudin juga mengatakan hal yang serupa. "Saya sangat menghormati keduanya, terutama Ahsan. Ahsan akan selalu menjadi idola saya, sebab Ahsan adalah seorang muslim seperti saya, dan Ahsan bisa memberikan contoh sikap yang baik sebagai olahragawan muslim. Saya berbagi momen yang indah bersama Ahsan di akhir pertandingannya, dan saya tidak akan pernah melupakannya", ujar Arif.