TINJAUINDONESIA.ID – Ketua Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Bakri Abubakar, menjadi narasumber dalam Podcast Bincang-Bincang Radar (BIRA) di Kantor Harian Radar Selatan pada Kamis (16/7/2026). Mengusung tema "Apa yang Dikerjakan Bawaslu Saat Tidak Ada Tahapan Pemilu?", podcast tersebut menjadi ruang edukasi publik untuk memberikan pemahaman mengenai berbagai tugas dan fungsi Bawaslu yang tetap berjalan meskipun tidak sedang berlangsung tahapan Pemilu maupun Pemilihan.
Kegiatan yang disiarkan melalui platform media Radar Selatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa Bawaslu tidak hanya bekerja saat pelaksanaan Pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga kualitas demokrasi secara berkelanjutan melalui berbagai program pengawasan, pencegahan, pendidikan politik, dan penguatan kelembagaan.
Seusai pelaksanaan podcast, Bakri Abubakar yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa masa non-tahapan merupakan momentum strategis bagi Bawaslu untuk memperkuat fondasi demokrasi. Berbagai aktivitas tetap dilaksanakan, di antaranya pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pendidikan pengawasan partisipatif, penguatan literasi demokrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengawasan tindak lanjut putusan maupun rekomendasi, serta membangun sinergi dengan pemerintah, penyelenggara pemilu, media massa, organisasi masyarakat, dan kalangan akademisi.
Baca Juga: Tanamkan Jiwa Nasionalisme dalam MPLS SMK TI, Awaluddin Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial
Menurutnya, upaya pencegahan menjadi salah satu fokus utama Bawaslu agar potensi pelanggaran dan sengketa pada Pemilu maupun Pemilihan berikutnya dapat diminimalkan sejak dini.
"Banyak masyarakat yang mengira Bawaslu hanya aktif ketika memasuki masa kampanye atau pemungutan suara. Padahal, justru pada masa non-tahapan inilah kami mempersiapkan berbagai langkah strategis agar pengawasan pada Pemilu berikutnya semakin efektif dan partisipatif," ujarnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Melalui pendidikan pengawasan partisipatif dan literasi demokrasi, Bawaslu berupaya membangun kesadaran publik agar semakin memahami hak, kewajiban, serta perannya dalam mengawal proses demokrasi.
Ia juga menyampaikan bahwa keterbukaan informasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dari penguatan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
"Podcast seperti ini menjadi media yang efektif untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa Bawaslu tetap bekerja meskipun tidak ada tahapan Pemilu. Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga demokrasi adalah proses yang berlangsung setiap waktu, bukan hanya ketika pemilu digelar. Karena itu, Bawaslu terus memperkuat pengawasan, pencegahan, pendidikan demokrasi, serta membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sebagai bekal menghadirkan Pemilu dan Pemilihan 2029 yang berintegritas," katanya.
Ia berharap semakin banyak ruang dialog publik yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi Bawaslu secara lebih luas. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat, diharapkan partisipasi publik dalam mengawal demokrasi juga semakin kuat sehingga tercipta penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Podcast Bincang-Bincang Radar (BIRA) menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara media dan Bawaslu Kabupaten Bulukumba dalam menyebarluaskan edukasi kepemiluan kepada masyarakat. Melalui dialog yang interaktif, publik memperoleh informasi mengenai berbagai program dan aktivitas Bawaslu selama masa non-tahapan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi yang berkelanjutan.