Tanamkan Jiwa Nasionalisme dalam MPLS SMK TI, Awaluddin Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:18 WIB
Anggota Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Awaluddin, menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Bulukumba, Kamis (16/7/2026).
Anggota Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Awaluddin, menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK TI Bulukumba, Kamis (16/7/2026).



TINJAUINDINESIA.ID– Anggota Bawaslu Kabupaten Bulukumba, Awaluddin, menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Tekhnologi Informasi (TI) Bulukumba, Kamis (16/7/2026). Pada kesempatan tersebut, ia membawakan materi tentang "Cinta Tanah Air dan Nasionalisme" sebagai bagian dari penguatan karakter dan wawasan kebangsaan bagi peserta didik baru.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik baru SMK TI Bulukumba itu bertujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini sekaligus membangun kesadaran generasi muda agar menjadi warga negara yang bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi informasi dan media digital.

Dalam materinya, Awaluddin menekankan bahwa cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui penghormatan terhadap simbol-simbol negara, tetapi juga melalui sikap menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta berperan aktif menciptakan ruang digital yang sehat.
Baca Juga: Sambut Generasi Emas: Ini Pesan Menyentuh Kepala MTsN 3 Bulukumba di Pembukaan Matamuda
"Nasionalisme hari ini tidak cukup hanya diwujudkan dengan menghafal lagu kebangsaan atau mengikuti upacara. Generasi muda harus mampu menunjukkan kecintaannya kepada Indonesia dengan menjadi pelajar yang berintegritas, kritis terhadap informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa derasnya arus informasi di media sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar. Karena itu, kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu bentuk nyata bela negara di era digital.

Menurutnya, penyebaran hoaks dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat apabila tidak disikapi secara bijak. Oleh karena itu, pelajar harus membiasakan diri memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

"Setiap pelajar memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Jangan menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum tentu benar, karena satu unggahan yang keliru dapat berdampak luas bagi masyarakat," katanya.

Awaluddin juga mengajak para siswa memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan konten-konten positif, edukatif, dan inspiratif yang memperkuat semangat persatuan serta memperkokoh nilai-nilai Pancasila.

Ia menilai, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menangkal disinformasi melalui literasi digital yang baik dan budaya berpikir kritis.

"Pelajar adalah generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, biasakan berpikir kritis, cek fakta sebelum membagikan informasi, dan jadilah pengguna media sosial yang bertanggung jawab. Sikap tersebut merupakan bagian dari implementasi cinta tanah air di era digital," ungkapnya.

Baca Juga: Melawan Narkotika Dimulai dari Rumah, Bukan dari Ruang Sidang

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Umboh, Fatmawati Umboh menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Bulukumba yang telah memberikan pembekalan kepada peserta didik baru. Menurutnya, materi mengenai nasionalisme dan wawasan kebangsaan sangat penting sebagai fondasi pembentukan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, berjiwa Pancasila, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Melalui kegiatan MPLS ini, Awaluddin berharap para peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami pentingnya membangun karakter kebangsaan, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta berperan aktif dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

Rekomendasi

Terkini

X