Berawal dari Tempat Sampah Kumuh, A-Green Kini Jadi Kebanggaan Jakarta Barat

photo author
Muh. Jabal Nur, Tinjau Indonesia
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:54 WIB
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, meninjau langsung A-Green di RW 09 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (25/6/2026).
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Republik Indonesia, Diaz Hendropriyono, meninjau langsung A-Green di RW 09 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga: Kasus dr. Ratna, IDI Probolinggo Mohon Penegakan Hukum yang Berkeadilan

“Kami sangat senang dan merasa terhormat atas kunjungan Bapak Wamen Lingkungan Hidup ke RW 09. Ini menjadi penyemangat bagi warga untuk terus bergerak dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan,” kata Sri.

Ia berharap upaya yang telah dilakukan warga melalui Kebun A-Green dapat memperoleh dukungan lebih lanjut, termasuk dalam pengajuan sebagai kandidat Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari 2026 yang akan mewakili Jakarta Barat.

Proklim Lestari merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bagi wilayah yang dinilai berhasil menjalankan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

Di tempat terpisah, Pengelola A-Green, Andi Tjahja, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap program yang dijalankan warga RW 09.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi yang dilakukan selama bertahun-tahun mulai membuahkan hasil.

“Kunjungan ini memberikan bukti nyata bahwa bekerja dengan hati dan konsisten pasti berbuah hasil,” ujar Andi.

Andi mengungkapkan, sebelum tahun 2017 lokasi yang kini menjadi Kebun A-Green dikenal sebagai area pembuangan sampah yang kumuh, kotor, dan menimbulkan bau tidak sedap.

Namun berkat kerja sama warga dan pengurus lingkungan selama hampir satu dekade, kawasan tersebut berhasil disulap menjadi ruang hijau produktif sekaligus pusat edukasi pengelolaan sampah.

“Sebelum 2017 tempat ini dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah yang kotor dan bau. Setelah sembilan tahun berbenah, kini berubah menjadi RW percontohan pengelolaan sampah di Jakarta Barat,” tuturnya.

Transformasi Kebun A-Green menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang dimulai dari tingkat komunitas dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Keberhasilan RW 09 Meruya Utara pun diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah berbasis warga bagi wilayah lain di Jakarta maupun daerah lainnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Jabal Nur

Rekomendasi

Terkini

X