“Akhirnya saya tahan sampai lulus, teman hampir tidak ada, setiap hari dimarahi guru di depan kelas tanpa alasan yang jelas padahal saya menjadi pendiam setelah kejadian yang membuat saya trauma,” sambungnya.
Respons SMAN 2 Bantul
Usai viralnya dugaan perundungan di media sosial, pihak SMAN 2 Bantul pun mengeluarkan pernyataan resminya.
Pihak sekolah meminta maaf kepada penyintas, keluarga, serta masyarakat luas karena situasi saat ini.
Sekolah juga memastikan akan melakukan evaluasi dan investigasi mengenai isu tersebut.
“SMAN 2 Bantul berkomitmen penuh untuk bersikap terbuka, kooperatif, jika di kemudian hari ada proses investigasi ataupun evaluasi,” tulis pihak sekolah dalam keterangannya yang dirilis pada Sabtu, 20 Juni 2026.
“Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku,” lanjutnya.
Pihak sekolah mengaku terbuka dengan kritik, masukan, atau informasi lanjutan mengenai isu perundungan tersebut.
***
Artikel Terkait
Pesantren dalam Riuh Linimasa: Catatan Pesantrenetnografi atas Isu Media Sosial
Royal Sembahulun Tolak Kedatangan Agam Rinjani, Soroti Janji Yang Belum di Tuntaskan
Jerman Taklukkan Pantai Gading 2-1, Perkokoh Posisi di Grup E Piala Dunia 2026
Viral Motor Ojol Diangkut Petugas, Pemprov DKI dan Subdinhub Jaktim Buka Suara
Perkuat Ideologi dan Inovasi Kependidikan, MPKSDI Bulukumba Gelar Baitul Arqam Tenaga Pendidik Muhammadiyah Bulukumba