PWM Sulsel Sosialisasikan SatuMu dan Migrasi e-KTAM kepada 114 Guru Muhammadiyah di Bulukumba

photo author
Muh. Ashar, Tinjau Indonesia
- Minggu, 21 Juni 2026 | 13:25 WIB
Kegiatan Baitul Arqam Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Bulukumba yang berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, Sabtu (21/6/2026).
Kegiatan Baitul Arqam Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Bulukumba yang berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, Sabtu (21/6/2026).

TINJAUINDONESIA.ID - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PWM Sulsel) mendorong percepatan digitalisasi administrasi keanggotaan melalui program SatuMu dan migrasi e-Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (e-KTAM). Upaya tersebut disosialisasikan oleh Bendahara PWM Sulsel, Dr. Husain Abd Rahman, dalam kegiatan Baitul Arqam Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kabupaten Bulukumba yang berlangsung di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng, Sabtu (21/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba itu diikuti sebanyak 114 guru dan tenaga kependidikan dari sekolah serta madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Bulukumba.

Dalam sosialisasi tersebut, Dr. Husain menjelaskan bahwa program SatuMu dan migrasi e-KTAM merupakan langkah strategis Muhammadiyah untuk mewujudkan sistem data keanggotaan yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses di seluruh tingkatan organisasi.

Baca Juga: Perkuat Ideologi dan Inovasi Kependidikan, MPKSDI Bulukumba Gelar Baitul Arqam Tenaga Pendidik Muhammadiyah Bulukumba

“SatuMu menjadi instrumen penting untuk mewujudkan data keanggotaan Muhammadiyah yang terintegrasi dan valid di seluruh tingkatan organisasi,” ujar Dr. Husain di hadapan peserta Baitul Arqam.

Menurutnya, digitalisasi keanggotaan menjadi kebutuhan organisasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Pengelolaan data anggota yang baik, kata dia, akan membantu Muhammadiyah dalam merancang program dan layanan yang lebih tepat sasaran.

Ia menegaskan bahwa migrasi e-KTAM tidak hanya sekadar mengubah kartu anggota dari bentuk fisik ke format digital, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi berbasis data.

“Migrasi e-KTAM harus dipahami sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi berbasis data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Selain membahas digitalisasi keanggotaan, PWM Sulsel juga mendorong pembentukan agen dan verifikator di tingkat cabang serta ranting. Keberadaan agen dan verifikator dinilai penting untuk memastikan proses pendataan anggota berjalan sesuai prosedur dan menghasilkan data yang valid.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan agen dan verifikator yang akan menjadi ujung tombak pendataan di tingkat akar rumput,” ujar Dr. Husain.

Ia menambahkan, data anggota yang terintegrasi akan memudahkan Muhammadiyah dalam memetakan potensi sumber daya manusia di setiap daerah sekaligus mendukung proses pengambilan kebijakan organisasi secara lebih efektif.

Baca Juga: Piala Dunia Tanpa Judi: Menjaga Sportivitas di Tengah Euforia

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Husain juga menekankan peran strategis sekolah dan madrasah Muhammadiyah dalam menyukseskan implementasi SatuMu. Guru dan tenaga kependidikan dinilai memiliki posisi penting untuk mempercepat sosialisasi dan pendataan anggota di lingkungan masing-masing.

Sesi sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait mekanisme migrasi data, prosedur verifikasi anggota, hingga penggunaan sistem SatuMu dalam mendukung administrasi keanggotaan Muhammadiyah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh. Ashar

Tags

Rekomendasi

Terkini

X