Selain dengan permainan atau intruksi secara langsung, ice breaking dapat dikemas juga dengan aplikasi-aplikasi online kekinian, seperti Mentimeter, Jamboard, Baamboozle, Kahoot, Quizizz, Quizlet, Wordwall, dll.
6) Sesuaikan dengan Tujuan Ice Breaking:
- a)Ice Breaking disesuaikan dengan materi atau kajian, ini biasanya dijadikan sebagai pre-test dan post test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang dibahas.
- b) Ice Breaking untuk meningkatkan fokus dan kejenuhan berupa: tepuk-tangan, senam, yel-yel, menyanyi, sambung kata/kalimat, tebak lagu, tebak gambar, berhitung,
7) Lakukan Review: Pentingnya mereview adalah untuk mengetahui apakah tujuan dari ice breaking telah tercapai. Bagaimana caranya? Bisa dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta tentang makna dari kegiatan atau permainan yang dilakukan, kemudian kita bisa memberikan penjelasan lebih detail lagi tentang kegiatan tersebut. Dengan ini, maka ice breaking tidak hanya menghibur dan menyenangkan, melainkan juga dapat membawa manfaat bagi peserta.
Menggunakan Ice Breaking merupakan strategi pembelajaran yang tepat dan efektif untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan serta interaktif. Bila anda seorang guru/pembicara, penting perkaya keterampilan kita dalam mengelola kelas. Jangan segan berdiskusi sesama rekan guru/pembicara lainnya untuk berbagi pengalaman mengenai ice breaking yang pernah diterapkan. Bila hal tersebut sudah dilakukan, maka tujuan untuk menciptakan suasana belajar yang positif, aktif, dan penuh semangat lebih mudah tercapai.***
Penulis: Lilis Suci Melati
Artikel Terkait
Tips Bagi Pelajar Untuk Membuat Jadwal Efektif
Sebentar Lagi Tahun Baru! Inilah Tips Memilih Pakaian Nyaman Untuk Malam Tahun Baru
Jangan Sampai Terlewat, Ini Tips Memilih Sekolah Terbaik Untuk Anak