TINJAUINDONESIA.ID - Dalam dunia pendidikan, nilai-nilai berbudi luhur menjadi landasan penting dalam membentuk karakter siswa. Homeschooling Kak Seto, sebagai salah satu lembaga pendidikan berbasis keluarga yang dikembangkan oleh seorang tokoh pendidikan anak, Prof. DR. Seto Mulyadi, M.Psi. atau yang akrab disapa Kak Seto, menerapkan pendekatan unik dalam membangun karakter siswa melalui tujuh nilai sikap utama.
Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi pedoman dalam proses pembelajaran, tetapi juga membantu siswa dalam membangun kepribadian yang kuat, beretika, dan bertanggung jawab. Dengan pendekatan yang lebih personal dan fleksibel, Homeschooling Kak Seto berupaya menanamkan nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek kegiatan belajar, sehingga siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki moral yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Tulisan ini akan membahas bagaimana tujuh nilai sikap yang diterapkan dalam proses pembelajaran siswa Homeschooling Kak Seto dapat berkontribusi dalam menumbuhkan perilaku berbudi luhur pada siswa. Pembahasan ini penting untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana pendidikan karakter menjadi bagian yang tak kalah penting dalam pembelajaran pendidikan informal seperti homeschooling.
Baca Juga: Ujian Nasional Akan Diterapkan Pada Tahun 2026, Efektifkah?
Berikut ini tujuh nilai sikap yang menjadi program atau strategi Homeschooling Kak Seto untuk menanamkan nilai berbudi luhur:
- Disiplin
Disiplin merupakan tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Berikut yang Homeschooling Kak Seto terapkan dan menjadi penilaian siswa pada poin kedisiplinan di antaranya:
- Mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tepat waktu.
- Mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib.
- Mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan.
- Mengumpulkan ujian sesuai dengan waktu yang ditentukan.
- Mengikuti peraturan atau kesepakatan bersama yang diterapkan dalam keluarga di rumah.
- Tanggung jawab
Selanjunya adalah tanggung jawab, yakni sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dilakukan, baik terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan, negara dan terlebih Tuhan yang Maha Esa. Berikut yang Homeschooling Kak Seto terapkan dan menjadi penilaian siswa pada poin tanggung jawab:
- Mengerjakan dan menjalankan tugas sekolah yang diberikan oleh tutor atau orang tua.
- Menyiapkan perlengkapan belajar yang dibutuhkan.
- Dapat menjalankan konsekuensi atas tindakan yang dilakukan.
Baca Juga: Mengenal Poligami dalam Islam: Syarat, Tujuan, dan Konsekuensi
- Toleransi
Toleransi ialah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan dan keyakinan. Hal-hal yang Homeschooling Kak Seto terapkan dan menjadi penilaian siswa pada poin toleransi sebagai berikut:
- Menghargai perbedaan pendapat saat forum diskusi, baik di rumah maupun di sekolah .
- Mendengarkan teman, guru yang berbicara baik di kegiatan akademik maupun non-akademik.
- Menerima kekurangan dan keterbatasan teman, guru, atau orang lain .
- Memberikan bantuan jika dibutuhkan oleh teman, guru, anggota keluarga, atau orang lain
- Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses pembelajaran yang dilakukan seseorang untuk mengenal lingkungan sekitarnya, baik itu lingkungan fisik maupun sosial. Berikut yang Homeschooling Kak Seto terapkan dan menjadi penilaian siswa pada poin sosialisasi:
- Menunjukan budaya senyum, sapa, dan salam kepada setiap orang yang ditemui.
- Berkomunikasi dua arah dengan orang lain, baik di rumah maupun lingkungan sekolah (pada kegiatan akademik dan non-akademik).
- Berkomunikasi dengan bahasa yang santun dengan teman, guru, orang tua, dan orang lain.
- Berinteraksi dengan anggota keluarga saat berkegiatan bersama, seperti mengobrol sambil menonton TV, bercerita yang dilakukan seharian, saling menanyakan kabar, dll.
- Kerja sama
Poin selanjutnya adalah kerja sama, yakni bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai satu tujuan dengan saling berbagi tugas. Berikut yang Homeschooling Kak Seto terapkan dan menjadi penilaian siswa pada poin kerja sama:
- Bersedia bekerja sama dalam pembelajaran, contohnya saat tugas kelompok bersedia menjadi tutor sebaya (membantu teman yang kesulitan saat pembelajaran).
- Menyusun rencana atau strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran.
- Melaksanakan rencana atau strategi pembelajaran yang telah disiapkan.
- Berkomunikasi dua arah secara aktif dengan wali kelas yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran.
Baca Juga: Kamu Bermimpi Jadi Artis Terkenal? Hindari Cancel Culture Agar Tak Redup Karirmu