Tips cerdas pemilih pemula dalam pemilihan kepala daerah.

photo author
Adhityohar Tinjau Indonesia, Tinjau Indonesia
- Selasa, 26 November 2024 | 19:56 WIB
Ilustrasi Pemilu
Ilustrasi Pemilu

TINJAUINDONESIA.ID - Tahukah kalian bahwa setiap 5 tahun sekali kita mengadakan pemilihan umum baik presiden maupun kepala daerah. Bagaimana ya cara kita sebagai pemilih pemula  atau yang baru pertama kali mendapatkan hak pilih, menyikapinya? Yuk kita cari tau tips cerdas bagi pemilih pemula untuk memilih kepala daerah maupun pemilihan presiden!

Pemilihan kepala daerah maupun presiden dilakukan di Indonesia secara langsung oleh rakyat. Pemilihan yang dilakukan langsung oleh rakyat pertama kali diadakan di tahun 2004. Hal ini terus berlangsung sampai dengan sekarang, yang terakhir adalah pemilihan presiden yang dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 lalu.

Pemilih pemula atau seseorang yang baru mendapatkan hak pilih dalam pemilihan umum, baik pemilihan presiden maupun pemilihan kepala daerah pastinya masih galau dan bingung dalam memilih pemimpin yang terbaik. Yuk simak tips berikut ini agar pemilih pemula tidak galau dan bingung dalam memilih pemimpin.

Baca Juga: Presiden Terpilih RI Ke-8 Prabowo Subianto Kumpulkan Calon Anggota Kabinet, Bahas Isu Geopolitik hingga Ekonomi

1. Kenali calon pemimpin yang sedang berkompetisi.
Tak kenal maka tak sayang. Pepatah lama ini juga berlaku jika kamu ingin memilih pemimpin yang terbaik untuk daerahmu atau bahkan untuk Indonesia tercinta.

Kenali sosok yang ingin menjadi pemimpin di daerah kalian dengan cara lihat profil calon pemimpin sedetail mungkin. Jika terdapat isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan terhadap calon pemimpin tersebut cari tahu kebenarannya. Perhatikan pula kelebihan dan kekurangan profil dari masing-masing calon pasangan yang sedang berkompetisi.

2. Perhatikan visi dan misi masing-masing.
Setiap pasangan calon pemimpin tentunya memiliki visi dan misi yang berbeda. Visi dan misi ini dapat menggambarkan bagaimana masing-masing pasangan calon pemimpin menjalankan programnya dan seperti apa target dari daerah yang akan dipimpin oleh mereka.

Kalian bisa menonton debat terbuka yang disiarkan di stasiun televisi maupun debat terbuka yang diadakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) untuk melihat bagaimana para calon pasangan pemimpin menyampaikan visi-misinya dan saling berargumen dalam mempertahankan visi-misinya.

 

Penyampaian visi-misi
Penyampaian visi-misi

Baca Juga: Kecenderungan Flexing, Psikolog: Orang Kaya Tidak Suka Pamer

3. Selalu aktif dalam mengikuti perkembangan pelaksanaan pemilu.
Selain mengenai calon pemimpinnya, kita juga perlu tahu aturan main dalam proses pemilihan umum ini. Informasi detail dalam pemilu mengenai kapan pelaksanaannya, dimana tempat pemungutan suaranya, bagaimana cara kita memilih pasangan calon pemimpin, dan bagaimana suara kita dianggap sah dalam pemungutan suara pemilihan umum, perlu kita ketahui dengan detail.

Hal ini bertujuan agar kegiatan pemilihan umum ini dapat berjalan dengan baik dan sebagai pemilih pemula, dapat mengikuti salah satu proses demokrasi yang berjalan di negara kita.

4. Jangan golput!
Golongan putih atau golput adalah sikap untuk tidak memilih calon pasangan manapun dalam pemilihan umum presiden ataupun pemilihan kepala daerah. Caranya bisa dengan membuat suaranya tidak sah atau tidak hadir ke tempat pemungutan suara pada saat hari pemungutan suara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Adhityohar Tinjau Indonesia

Sumber: Dari berbagai sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X