ragam

Mencetak 1.000 Pengusaha Baru Setiap Tahun: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Bulukumba

Sabtu, 4 Juli 2026 | 20:13 WIB
Syafruddin Mualla , Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan dan Ketua Umum FKPB (Forum Komunikasi Pengusaha Bulukumba)

TINJAUINDONESIA.ID - Bulukumba dianugerahi potensi ekonomi yang luar biasa. Kelapa, rumput laut, hasil perikanan, pertanian, peternakan, industri maritim berbasis Pinisi, hingga pariwisata merupakan modal strategis yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia. Namun potensi tersebut belum sepenuhnya bertransformasi menjadi industri yang kuat, perusahaan yang kompetitif, serta lapangan kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Dalam setiap pembahasan pembangunan ekonomi daerah, perhatian kita hampir selalu tertuju pada upaya mendatangkan investor. Harapan itu tentu penting karena investasi mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Namun, ada satu pertanyaan mendasar yang patut kita renungkan bersama: apakah masa depan ekonomi Bulukumba harus bergantung pada datang atau tidaknya investor besar?

Menurut saya, penjelasannya adalah tidak.

Daerah yang maju tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi yang masuk, tetapi juga oleh kemampuannya melahirkan pengusaha-pengusaha lokal yang tangguh. Investor dapat menjadi lokomotif pertumbuhan, tetapi pengusaha lokal merupakan fondasi yang menjaga roda ekonomi tetap berputar dalam jangka panjang.

Baca Juga: Bupati Bulukumba Paparkan Strategi Pengembangan Kompetensi ASN pada Musrenbangkom Kemendagri

Data menunjukkan bahwa Bulukumba memiliki modal yang sangat besar. Berdasarkan Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, terdapat sekitar 55.811 UMKM, terdiri atas 55.549 usaha mikro, 218 usaha kecil, dan 44 usaha menengah. Angka ini menunjukkan bahwa kerakyatan perekonomian telah tumbuh, namun sebagian besar masih berada pada skala mikro. Oleh karena itu, tantangan kita bukan sekedar menambah jumlah UMKM, melainkan mendorong usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil, usaha kecil berkembang menjadi usaha menengah, dan usaha menengah tumbuh menjadi perusahaan yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Agustus 2025 jumlah angkatan kerja Bulukumba mencapai 269.762 orang, dengan 264.045 orang bekerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 2,12 persen. Sementara itu, perekonomian Bulukumba pada tahun 2024 tumbuh sekitar 4,60 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sekitar Rp20,22 triliun.

Data tersebut menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Bulukumba cukup baik. Namun, pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih berkualitas jika diikuti oleh lahirnya semakin banyak pengusaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membangun industri berbasis potensi lokal, serta membuka lapangan kerja baru.

Oleh karena itu, saya mengusulkan sebuah target yang realistis sekaligus strategis, yaitu mencetak 1.000 pengusaha baru setiap tahun.

Baca Juga: Permudah UMKM Urus NIB, DPMPTSP Siapkan Pendamping 10 Kecamatan

Target tersebut bukan sekedar slogan. Dengan jumlah penduduk sekitar 460 ribu jiwa dan angkatan kerja hampir 270 ribu orang, penambahan 1.000 pengusaha baru setiap tahun hanya setara sekitar 0,37 persen dari total angkatan kerja. Artinya, target ini sangat proporsional apabila didukung oleh kebijakan yang tepat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Jika dijalankan secara konsisten selama sepuluh tahun, Bulukumba berpotensi memiliki 10.000 pengusaha baru. Jika setiap pengusaha mampu mempekerjakan rata-rata lima orang, maka sekitar 50.000 lapangan kerja baru dapat tercipta. Dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, namun juga berkembangnya usaha lokal, bertambahnya aktivitas ekonomi, meningkatnya pendapatan daerah, serta lahirnya perusahaan-perusahaan Bulukumba yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Untuk mencapai target tersebut, Bulukumba memerlukan Gerakan 1.000 Pengusaha Baru yang melibatkan pemerintah daerah, KADIN, HIPMI, FKPB (Forum Komunikasi Pengusaha Bulukumba), perguruan tinggi, perbankan, koperasi, BUMN, BUMD, lembaga pelatihan, komunitas bisnis, dan sektor swasta.

Halaman:

Tags

Terkini

Gadget Murah berkualitas di Akhir Tahun 2024

Kamis, 12 Desember 2024 | 15:45 WIB

Beda Usia, Beda Cara Anak Menikmati Liburan

Minggu, 8 Desember 2024 | 19:09 WIB