news

Kepala BGN Sudaryono Sidak Dapur MBG di Bogor, Tegaskan SPPG Tak Sesuai Standar Akan Ditutup

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:29 WIB
Menyoroti aksi sidak dapur MBG yang dilakukan Kepala BGN, Sudaryono ke SPPG wilayah Bogor, Jawa Barat. (Instagram.com/@sudaru_sudaryono)

TINJAUINDONESIA.ID, – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) dini hari. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat program MBG berjalan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.

Kegiatan pengawasan itu dibagikan langsung Sudaryono melalui akun media sosial resminya. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SPPG Pasir Kuda 03 di Kota Bogor.

Sudaryono mengatakan, sidak dilakukan sejak pukul 03.00 WIB guna melihat secara langsung proses pengolahan makanan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar sehingga makanan yang diterima masyarakat aman, sehat, dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terintegrasi Bali Mulai Beroperasi, Fasilitas Pendidikan dan Asrama Siap Dukung MPLS

Dalam kunjungannya, Sudaryono juga berdialog dengan pengelola dapur MBG. Dari hasil pembicaraan tersebut, ia memperoleh informasi mengenai tantangan distribusi makanan yang dihadapi sejumlah SPPG.

Menurutnya, Kepala SPPG Pasir Kuda mengaku harus menyalurkan sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 porsi diperuntukkan bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang tersebar di berbagai posyandu, sedangkan sisanya didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Sudaryono menilai pola distribusi ke posyandu memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan pengiriman ke sekolah karena lokasi penerima manfaat tersebar di banyak titik.

“Kalau ke sekolah bisa dikirim sekaligus dalam jumlah besar, sementara untuk posyandu harus menjangkau banyak lokasi yang berbeda sehingga membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak,” jelasnya.

Baca Juga: Kades Dusun Tengah Divonis 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Desa Rp577 Juta

Selain melakukan pemantauan, Sudaryono menegaskan bahwa sidak merupakan bagian dari upaya pengawasan rutin BGN sekaligus bentuk dukungan kepada pengelola SPPG yang telah menjalankan tugas sesuai standar operasional.

Ia mengungkapkan, secara umum mayoritas dapur MBG yang dikunjungi telah memenuhi ketentuan yang ditetapkan. Namun, masih terdapat beberapa SPPG yang memerlukan pembenahan, terutama terkait standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Sebagian besar SPPG sudah berjalan baik, tetapi masih ada beberapa yang perlu ditingkatkan kualitas pengelolaannya,” katanya.

Sudaryono menegaskan BGN akan memberikan pembinaan kepada SPPG yang belum memenuhi standar. Namun, jika setelah dilakukan evaluasi tidak ada perbaikan yang signifikan, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.

Halaman:

Tags

Terkini