news

Gerai Koperasi Merah Putih di Pulau Buluh Batam Tutup, Dinas Sebut Terkendala Modal dan Pengelolaan

Jumat, 24 Juli 2026 | 15:19 WIB
Menyoroti ihwal tutupnya gerai Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Pulau Buluh, Batam yang menuai sorotan di media sosial. (Instagram.com/@kilaskepri)

TINJAUINDONESIA.ID, – Gerai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Pulau Buluh, Kota Batam, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan berhenti beroperasi meski belum genap satu tahun sejak diresmikan pada September 2025. Kondisi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan pertanyaan terkait keberlangsungan program koperasi tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, gerai Kopdes Pulau Buluh yang sebelumnya disebut sebagai salah satu koperasi paling siap di Batam kini tidak lagi beroperasi. Gerai tersebut diketahui menempati bangunan milik warga dengan konstruksi kayu dan berukuran relatif kecil.

Sejumlah warga menyebut operasional koperasi terhenti karena lokasi yang digunakan bukan aset pemerintah dan masih difungsikan sebagai rumah tinggal.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menjelaskan bahwa sejak awal pemerintah telah memberikan dukungan kepada koperasi melalui fasilitasi kemitraan untuk penyediaan kebutuhan pokok dan distribusi gas.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Raih Predikat WBBM dan Pelayanan Prima Kategori A dari Kementerian PANRB

Menurutnya, koperasi bahkan telah mulai menjalankan aktivitas usaha sebelum pembangunan gerai fisik selesai dilakukan.

"Meskipun gerainya saat itu belum selesai dibangun, koperasi sudah mulai beroperasi. Kami juga memfasilitasi kemitraan untuk penyediaan sembako dan distribusi gas," ujar Salim, Jumat (24/7/2026).

Salim mengungkapkan, pada tahap awal operasional, koperasi belum menerima bantuan modal dari pemerintah maupun lembaga pembiayaan. Seluruh kegiatan usaha masih bergantung pada simpanan pokok dan simpanan wajib yang dihimpun dari anggota koperasi.

Ia menjelaskan bahwa skema pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih dalam proses, sementara pembangunan gerai permanen saat ini sedang dikerjakan oleh Agrinas.

Keterbatasan modal dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberlangsungan usaha koperasi. Selain itu, kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan operasional usaha.

Baca Juga: Sat Lantas Polres Bulukumba Salurkan Sembako Lewat Program Jumat Berkah, Warga Gantarang Terima Bantuan

"Modal yang tersedia memang masih terbatas. Selain itu, kemampuan pengelolaan koperasi juga menjadi faktor penting yang perlu terus diperkuat. Kami dari dinas tetap melakukan pendampingan dan pembinaan kelembagaan," kata Salim.

Terkait perkembangan program Koperasi Merah Putih di Kota Batam, Salim menyebut seluruh 64 kelurahan telah memiliki koperasi yang terbentuk. Namun, pembangunan dan operasional gerai di sejumlah wilayah masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan lahan.

Dari total lokasi yang direncanakan, sekitar 45 titik telah memiliki lahan. Sebanyak 43 gerai sudah dibangun, sementara dua lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Adapun lokasi lain masih dalam proses pengajuan maupun pencarian lahan yang sesuai.

Pemerintah Kota Batam bersama berbagai pihak, termasuk Kodim dan Agrinas, terus melakukan koordinasi untuk mempercepat pembangunan dan pengoperasian gerai Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Tags

Terkini