news

Ketua DPRD Bone Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Informasi yang Beredar Tidak Sesuai Fakta

Jumat, 24 Juli 2026 | 07:35 WIB
Ketua DPRD Bone Bantah Tuduhan Penganiayaan, Sebut Informasi yang Beredar Tidak Sesuai Fakta (Firman)

TINJAUINDONESIA.ID - Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Wali Nonong, SH, angkat bicara terkait tudingan dugaan penganiayaan yang menyeret namanya dan telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.


Dalam keterangannya pada Kamis (23/7/2026), Andi Tenri Wali Nonong membantah keras tudingan yang menyebut dirinya melakukan tindakan kekerasan terhadap pelapor. Menurutnya, informasi yang beredar di publik telah menggambarkan kejadian secara keliru sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.


"Saya tidak pernah melakukan tindakan seperti yang dituduhkan. Tidak benar saya melempar bosara berisi kue ke wajah seseorang, apalagi menyiram air atau melempar botol. Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar," tegasnya.


Ia kemudian menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya. Saat itu, DPRD Kabupaten Bone sedang menerima kunjungan kerja dari Komandan Batalyon Kavaleri. Karena dirinya masih berada di luar kantor, ia meminta Kepala Bagian DPRD untuk terlebih dahulu menerima dan melayani tamu tersebut.


Menurutnya, proses penyambutan berlangsung dengan baik dan tidak ada persoalan selama kunjungan berlangsung. Ketika tiba di kantor DPRD, tamu yang dimaksud telah meninggalkan lokasi.


"Saat saya tiba, tamu sudah selesai dan telah pergi. Setelah itu saya menuju kantin bersama Sekretaris Dewan. Jadi tuduhan yang berkembang saat ini tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi," jelasnya.


Andi Tenri Wali Nonong berharap masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Ia juga menegaskan siap memberikan keterangan kepada pihak berwenang apabila diperlukan guna mengklarifikasi persoalan tersebut.


Kasus ini sendiri kini menjadi perhatian publik setelah muncul laporan yang menyebut adanya dugaan penganiayaan. Sementara itu, pihak terkait masih menunggu proses dan penanganan lebih lanjut dari aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Tags

Terkini