TINJAUINDONESIA.ID - Dugaan adanya perundungan (bullying) di SMAN 2 Bantul tenga viral di media sosial. Kasus dugaan perundungan tersebut mulai mencuat usai sebuah akun di media sosial Threads, @gh05tx0 mengaku telah menjadi korban fitnah yang dilakukan oleh oknum gurunya sendiri.
Utas tersebut pertama kali diunggah pada Selasa, 16 Juni 2026 dan telah mendapat likes lebih dari 7.000 kali, serta dibagikan lebih dari 2.700 kali.
Unggah Hasil Catatan Medis Kesehatan Mental
Dalam utas tersebut, pemilik akun mengunggah foto hasil keterangan medis yang menampilkan tanggal periksa dan diagnosis saja, sementara nama pasien dan dokter ditutup.
“Saya lulusan SMAN 2 Bantul dan kalian tau apa yang saya dapatkan setelah lulus? Ya, betul, sesuai foto rekam medis saya. Saya divonis terkena mental illness setelah lulus,” tulisnya pada keterangan unggahan itu.
Baca Juga: Viral Motor Ojol Diangkut Petugas, Pemprov DKI dan Subdinhub Jaktim Buka Suara
Ia lantas menuliskan bahwa dirinya kini mengalami bipolar, major depressive disorder (MDD), dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) karena dugaan perundungan yang diterimanya.
“Kenapa bisa terjadi? Pada tahun kedua saya bersekolah di sana, saya difitnah sama guru sendiri. Saya difitnah melakukan kejahatan oleh wali kelas dan BK saya sendiri, padahal sata yang membongkar kejahatan itu,” ungkapnya.
“Lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru itu. Padahal saya pahlawannya,” lanjutnya.
Merasa Dijauhi oleh Teman Sekolah
Pemilik utas kemudian menceritakan bahwa dirinya pun telah difitnah di dalam group wali murid.
“Hasilnya saya dijauhi teman saya karena orang tua mereka mengira saya anak yang tidak baik-baik, padahal saya tidak pernah sekali pun merokok, minum, dan sebagainya,” ujarnya.
“Lucunya, anak-anak di sekolah yang suka main judol dan minum alkohol dibiarin sama BK,” imbuhnya.
Saat masih bersekolah, pemilik utas mengaku sempat ingin keluar, tapi dihalangi dengan alasan bisa berdampak pada akreditasi sekolah.