Awal Karier
Mozart menetap di Wina, di mana dia menjadi sangat sukses. Penghasilannya sebagian besar berasal dari bermain piano dan menulis. Pada 1782, dia menikahi seorang wanita bernamaConstanze.
Selama periode ini, Mozart memproduksi banyak opera terkenalnya, termasuk Cosi fan tutte dan The Marriage of Figaro. Dia juga berkenalan dengan Haydn, yang tinggal di kota yang sama, dan kedua pria itu sering mengadakan pertemuan di mana mereka akan membahas simfoni dan kuartet gesek pada khususnya. Akhirnya, Haydn dan Mozart menjadi teman dekat.
Tahun Kemudian
Mozart terus menulis musik dengan kecepatan tinggi, tetapi menjelang akhir hidupnya dia mulai banyak minum. Biaya yang dia habiskan untuk alkohol sangat besar sehingga dia terjerat hutang yang parah, yang memaksanya untuk menulis lebih keras lagi untuk memenuhi kebutuhan. Pada bulan Agustus 1791, dia dikunjungi oleh seorang pria tak dikenal yang memintanya untuk menulis misa requiem, tetapi merahasiakan pekerjaannya.
Kematian dan Kontroversi
Sementara itu, kesehatan Mozart semakin menurun, kemungkinan karena demam rematik yang sudah lama dideritanya. Pada bulan November, situasinya semakin memburuk, dan menjadi jelas baginya bahwa dia sedang sekarat. Di hari-hari terakhirnya, dia bersikeras bahwa dia telah diracuni, yang kemudian menimbulkan tuduhan tidak berdasar bahwa saingannya, Salieri, telah membunuhnya.
Bahkan, kemungkinan besar dia meninggal karena mabuk berat dan keracunan merkuri; logam cair sering digunakan dalam pengobatan pada saat itu. Meskipun pemakaman Mozart relatif sederhana, karena kekurangan dana, cerita populer bahwa ia dikuburkan sendirian dan dilupakan tidaklah benar. Nyatanya, komposer lain – termasuk Salieri – ada di sana, dan beberapa konser peringatan diadakan untuk menghormatinya.