news

Royal Sembahulun Tolak Kedatangan Agam Rinjani, Soroti Janji Yang Belum di Tuntaskan

Minggu, 21 Juni 2026 | 05:03 WIB

TINJAUINDONESIA.ID - Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyampaikan penolakan terhadap rencana kedatangan Agam Rinjani yang disebut akan menghadiri kegiatan peringatan satu tahun penyelamatan Juliana bersama Panji Petualang.

Royal menilai, momentum tersebut berpotensi kembali mengeksploitasi peristiwa kemanusiaan yang melibatkan banyak pihak demi kepentingan pribadi.

"Setahun menghilang setelah menikmati hasil dari kasus Juliana, tiba-tiba ingin datang lagi seolah menjadi pahlawan Rinjani dalam acara peringatan satu tahun penyelamatan Juliana dengan liputan khusus. Cukuplah mengeksploitasi peristiwa itu," tegas Royal Sembahulun dalam unggahan vidionya di Facebook miliknya, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, penyelamatan Juliana bukanlah kerja satu orang, melainkan hasil kerja kolektif tim yang mempertaruhkan tenaga, waktu, dan keselamatan di medan ekstrem Gunung Rinjani.

"Harus diingat, penyelamatan itu dilakukan bersama tim. Ada banyak orang yang terlibat langsung di lapangan. Jangan sampai jasa dan pengorbanan mereka diabaikan," katanya.

Royal juga menyinggung adanya janji yang disebut belum ditunaikan terkait hak anggota tim penyelamat dan program penghijauan di kawasan Rinjani.

"Tepati dulu janjimu kepada tim dan untuk penghijauan Rinjani. Jangan lagi menjadikan Rinjani sebagai alat untuk keuntungan pribadi. Jangan berpura-pura tidak ada masalah, karena masih ada hak orang lain dan urusan Rinjani yang belum diselesaikan," ujarnya.

Ia mengaku mengetahui rencana kedatangan Agam Rinjani melalui video yang diunggah Panji Petualang. Kabar tersebut justru memunculkan kekecewaan di kalangan pelaku wisata dan masyarakat yang selama ini mengikuti perkembangan kasus tersebut.

"Kami kecewa. Setahun menghilang, lalu tiba-tiba datang lagi untuk menampilkan diri seolah menjadi orang yang paling berjasa dalam penyelamatan Juliana," katanya.

Baca Juga: Andi Iwan Aras Resmi Pimpin HNSI Sulsel, Siap Perjuangkan 500 Ribu Nelayan

Royal mengungkapkan, selama satu tahun terakhir pihaknya menerima banyak informasi dari para relawan dan pihak yang terlibat langsung dalam operasi penyelamatan, termasuk tujuh orang yang turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Bagaimana sebenarnya peran masing-masing, itu semua diketahui oleh orang-orang yang ada di lapangan. Sekarang, ketika momen satu tahun itu ingin diangkat lagi, kami melihat ada upaya membangun kembali citra kepahlawanan," ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan donasi yang pernah menjadi pembahasan publik. Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan materi, tetapi juga menyangkut moral dan etika.

"Kami tidak hanya berbicara soal uang. Kami berbicara tentang moral dan etika. Ketika seseorang mendapatkan materi yang berlimpah, lalu menghilang dan kembali dengan membawa jargon pahlawan Rinjani untuk mengangkat dirinya sendiri, tentu itu menimbulkan pertanyaan," katanya.

Halaman:

Terkini