TINJAUINDONESIA.ID - Ice breaking merupakan kegiatan kecil yang dilakukan pada forum pembelajaran maupun saat berkumpul bersama rekan. Aktivitas ini biasanya dilakukan sebelum kegiatan inti dimulai, bisa juga dilakukan di sela-sela kegiatan dengan tujuan menghilangkan kejenuhan para peserta didik atau peserta kegiatan lainnya.
Selain untuk mencairkan suasana, ice breaking juga dapat meningkatkan fokus peserta didik (audience), serta mampu menghadirkan ketertarikan terhadap guru atau pembicara, sehinggga kegiatan yang dilakukan meninggalkan kesan yang menarik bagi mereka.
Pada prinsipnya setiap peserta didik (audience) yang berada di kelas, hadir dengan motivasi belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, menyiapkan ice breaking yang menarik bisa menjadi salah satu alternatif guru atau pembicara untuk mendapatkan perhatian dari peserta didik (audience). Bila sudah tertarik, pertemuan dengan kita menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh mereka.
Baca Juga: Indonesia Juara Dunia, Setelah Tumbangkan Brazil 2-1 dan 2-0
Kapan Waktu yang Tepat Memberikan Ice Breaking?
Menjadi fasilitator seperti guru, pembawa acara, atau narasumber harus cermat dan mampu memperhatikan gerak-gerik peserta. Ketika peserta menunjukkan tanda-tanda bosan, letih, mengantuk dan tidak fokus, waktu tersebut sangat cocok untuk melakukan ice breaking.
Di awal kegiatan juga bisa dilakukan untuk sama-sama mempersiapkan diri menyampaikan dan menyimak materi, hal ini mampu menjalin kedekatan secara emosional, namun yang perlu diperhatikan jangan terlalu sering atau lama agar tidak mengurangi waktu efektif belajar.
Tips Menerapkan Ice Breaking yang Menarik
1) Tunjukan Semangat dan Percaya Diri: Secara tidak langsung situasi kelas yang kita bawa mencerminkan bagaimana kita menampilkan diri kita. Energi yang kita tunjukan di depan peserta didik (audience) akan sampai kepada mereka. Maka, sebagai fasilitator harus mampu memberikan energi yang positif agar semangat kita menular kepada peserta didik (audience).
2) Kenali Peserta Didik atau Audience: Dalam hal ini yang dimaksud adalah ice breaking yang kita siapkan harus disesuaikan usia dan karakter peserta. Aktivitas ice breaking yang dipilih harus relevan dan nyaman dilakukan oleh seluruh peserta.
3) Intruksi dan Waktu yang Tepat: Pastikan bahwa setiap peserta memahami aturan ice breaking, caranya bisa dengan menanyakan kembali aturan yang sudah dijelaskan dan sebelum ice breaking dimulai berikan waktu untuk latihan atau uji coba terlebih dahulu. Jika dirasa semua peserta sudah memahami, lakukan dengan penuh bersemangat.
4) Libatkan Semua Peserta Didik (Audience): Penting memastikan aktivitasnya seru dan menarik, karena akan menentukan keterlibatan seluruh peserta dan meninggalkan kesan bagi mereka. Jika aktivitas tersebut melibatkan panitia, tak ada salahnya turut berpartisipasi dalam kegiatan ice breaking tersebut, hal ini mampu membuat emosional peserta dan panitia lebih terjalin.
5) Siapkan Media atau Alat yang Dibutuhkan: Untuk menunjang kegiatan ice breaking tentunya fasilitator harus menyiapkan media dan alat-alat yang dibutuhkan, selanjutnya boleh dilakukan uji coba terlebih dahulu, bila sudah yakin bisa praktikkan di kelas.
Baca Juga: Kamu Bermimpi Jadi Artis Terkenal? Hindari Cancel Culture Agar Tak Redup Karirmu