Wamendiktisaintek Kunjungi Bank Sampah SWSC Unismuh

photo author
Irwansyah TI, Tinjau Indonesia
- Senin, 22 Juni 2026 | 06:54 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd, mengunjungi Bank Sampah Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd, mengunjungi Bank Sampah Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar

Fatma menyebut, minyak jelantah dari rumah tangga dan warga kampus menjadi salah satu bahan yang diolah menjadi produk. Minyak bekas tersebut dimanfaatkan untuk membuat sabun dan lilin. Sementara sampah organik diproses menjadi kompos padat, pakan maggot, dan ekoenzim.

“Ini sabun padat dari minyak jelantah. Di samping sabun padat, ada juga sabun cair. Ada juga lilin dari minyak jelantah,” kata Fatma.

SWSC juga melibatkan mahasiswa melalui kelompok sukarelawan bernama Eco Ranger. Mereka merupakan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ikut membantu edukasi, pengelolaan, serta pengembangan produk berbasis sampah.

Kehadiran mahasiswa dalam gerakan ini menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan di kampus. SWSC tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga ruang pembelajaran tentang perubahan perilaku, ekonomi sirkular, dan tanggung jawab ekologis.

Dalam pengelolaan sampah organik, SWSC mengembangkan rumah kompos dan sistem komposter. Bahan baku kompos berasal dari daun, batang pisang, dan bahan organik lain. Pengelola juga memanfaatkan kotoran hewan sebagai campuran dalam proses pengomposan.

Prof Fauzan sempat mencermati penggunaan bahan organik tersebut. Ia menanggapi dengan ringan penjelasan soal kompos dan bahan campurannya. Suasana kunjungan berlangsung santai, diselingi dialog antara Wamendiktisaintek dan pengelola SWSC.

Selain produk, Prof Fauzan juga meninjau area pemilahan sampah. Di area tersebut, sampah dipilah berdasarkan kategori agar lebih mudah dikelola. SWSC juga menempelkan klasifikasi jenis sampah untuk membantu warga kampus mengenali tempat pembuangan sesuai jenis material.

Fatma menyampaikan, SWSC masih membutuhkan dukungan alat, terutama mesin pencacah plastik. Mesin tersebut diperlukan karena volume sampah plastik cukup besar dan membutuhkan proses pencacahan sebelum dapat diolah lebih lanjut.

Ia juga menyebut dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Sejumlah fasilitas seperti karung pilah dan biopori telah diperoleh dari dinas tersebut. SWSC juga menjalin kerja sama dengan pihak terkait untuk memperkuat pengelolaan bank sampah.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU, sebelumnya menjelaskan bahwa SWSC merupakan bagian dari arah transformasi kampus melalui spirit I-GIFt, yakni Integrated, Green, Islamic, and Futuristic. Dalam kerangka itu, aspek Green diwujudkan melalui gerakan kampus hijau dan pengelolaan sampah berkelanjutan.

Melalui SWSC, Unismuh ingin membangun sistem agar sampah tidak hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah dipilah dari sumbernya, diolah, dicatat, dan sebagian dikembangkan menjadi produk bernilai.

Kunjungan Prof Fauzan ke SWSC menjadi penguatan moral bagi pengelola dan relawan. Fatma menyebut kunjungan tersebut sebagai pemantik semangat bagi tim SWSC untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah kampus.

“Ini merupakan trigger bagi kami,” ujarnya.

Kunjungan tersebut juga memperkuat pesan Prof Fauzan dalam Studium Generale bahwa kampus harus menjadi problem solver bagi persoalan sosial di masyarakat. Dalam konteks Unismuh, SWSC menjadi salah satu contoh bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi nyata atas persoalan lingkungan, mulai dari edukasi pemilahan sampah hingga pengembangan produk berbasis ekonomi sirkular.***

Halaman:
HIMASKI UIN Alauddin Gelar Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto Bantaeng

Artikel Selanjutnya

HIMASKI UIN Alauddin Gelar Jelajah Sejarah di Kawasan Adat Onto Bantaeng

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Irwansyah TI

Sumber: Unismuh Makassar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lihat Semua

Terpopuler

X