internasional

16 Jam Menembus Ketegangan Timur Tengah, Kisah Kapal Pertamina Gamsunoro Melintasi Selat Hormuz

Jumat, 26 Juni 2026 | 10:16 WIB
16 Jam MenKapal Pertamina Gamsunoro Melintasi Selat Hormuz

TINJAUINDONESIA.ID -  Selama 16 jam, kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) berlayar menembus salah satu jalur laut paling sensitif di dunia.

Di tengah bayang-bayang konflik Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah, setiap mil perjalanan kapal itu menjadi ujian bagi perencanaan, kewaspadaan, dan ketahanan para awak yang bertugas.

Perjalanan yang dinantikan selama berbulan-bulan itu dimulai pada Rabu (24/6) pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.

Baca Juga: Rawan Termakan Isu, Pegiat Literasi Serukan Gen Z Harus Berpikir Kritis, Bukan Sekedar Pengikut Tren

Setelah sempat tertahan di kawasan Teluk Arab sejak awal Maret 2026 akibat situasi keamanan yang tidak menentu, Gamsunoro akhirnya mendapat lampu hijau untuk bergerak menuju Selat Hormuz.

Namun keputusan untuk berlayar tidak lahir dalam semalam. Selama satu bulan terakhir, PIS bersama Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Baca Juga: Robani Lepas Keberangkatan Atlet Pagar Nusa di Baikota Semarang

Berbagai skenario disiapkan dan puluhan aspek keselamatan ditelaah sebelum perusahaan memutuskan bahwa risiko pelayaran dapat dikelola.

“Kami berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Teheran, Iran, atas dukungannya selama ini,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita dalam keterangan resmi, Kamis (25/6).

Baca Juga: Air Mata Bahagia Warnai Penamatan dan Kenaikan Kelas MAS Darul Istiqamah Bulukumba

Saat kapal mulai bergerak meninggalkan Teluk Arab, pekerjaan besar justru baru dimulai. Selama pelayaran berlangsung, tim di pusat krisis (crisis center) PIS memantau pergerakan kapal selama 24 jam penuh.

Setiap perkembangan situasi di sepanjang jalur pelayaran diamati secara ketat untuk memastikan kapal dapat melintasi kawasan tersebut dengan aman.

Baca Juga: Nasib Uang Sayembara Rp250 Juta Penangkapan Taufik Hidayat, Dedi Mulyadi Ungkap Bakal Diberikan untuk Korban

Bagi PIS, keberhasilan melintasi Selat Hormuz bukan sekadar persoalan mencapai tujuan akhir.

Halaman:

Tags

Terkini