TINJAUINDONESIA.ID - Dalam upaya membangun generasi yang berkarakter serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak, MTsN 4 Bulukumba menggelar kegiatan Sosialisasi Stop Bullying dan Pendidikan Seksualitas Remaja.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Polsek Bontotiro dan Puskesmas Batang sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada peserta didik terkait pencegahan perundungan dan pentingnya menjaga pergaulan yang sehat di kalangan remaja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Bontotiro IPTU Kamaruddin.SH, Wakapolsek Bontotiro IPTU Rospida , perwakilan Kepala Puskesmas Batang Kiki Wirdayanti, S.Tr.Keb., Ketua Komite madrasah Ardiyani Yusuf, S.Pd, tokoh masyarakat, serta seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MTsN 4 Bulukumba.
Materi tentang pencegahan perundungan disampaikan oleh IPTU Kamaruddin. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan terhadap tindakan perundungan.
“Bullying bukan sekadar candaan atau ejekan biasa. Tindakan tersebut dapat berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban dan dapat berujung pada persoalan hukum. Oleh karena itu, kita semua harus menjadi bagian dari solusi dengan saling menghormati dan menghargai sesama,” tegasnya.
Selanjutnya, Kiki Wirdayanti selaku tenaga kesehatan dari Puskesmas Batang menyampaikan materi Pendidikan Seksualitas Remaja. Dalam sesi tersebut, peserta didik diberikan pemahaman mengenai perubahan fisik dan psikologis pada masa pubertas, pentingnya menjaga diri, serta membangun pergaulan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Melalui sesi tanya jawab yang interaktif, peserta didik aktif menyampaikan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang menunjukkan kepedulian serta keinginan mereka untuk memahami isu-isu yang dekat dengan kehidupan remaja.